Imigrasi Tanjung Perak Deportasi Lima WN Tiongkok Pelanggar UU Keimigrasian

Surabaya (30/9) – Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak mengeluarkan paksa dari wilayah Indonesia 5 (lima) orang WN Tiongkok yang melanggar aturan Izin Tinggal Keimigrasian.  Dalam jumpa pers yang digelar di Kantor setempat pada Jumat (30/9), Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan mewakili Kepala Kantor Imigrasi,  Mohammad Ridwan mengatakan bahwa kelima WNA tersebut melanggar pasal 123 jo pasal 75 ayat 2 huruf (a) dan (f) UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian karena memberikan keterangan yang tidak benar untuk memperoleh Izin Tinggal.

Petugas Imigrasi bergerak mendatangi Perusahaan PT JA di Gresik yang diduga memperkerjakan WN Tiongkok tersebut. Di lokasi yang dituju petugas menemukan kelima WN Tiongkok.

“Dari informasi yang kami peroleh dari Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim kami bergerak dan menangkap mereka yang seharusnya bekerja untuk PT ZI namun ternyata disponsori oleh PT PPE,” jelas Ridwan.

Selanjutnya kelima WNA tersebut dibawa dan diperiksa di Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak. Setelah diperiksa kelima nya dijatuhi tindakan administratif berupa deportasi dan pencekalan selama 6 (enam) bulan.

Di samping itu, Ridwan menambahkan bahwa selama Tahun 2016 ini Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak telah menjatuhkan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) kepada 19 (sembilan belas) WNA dengan rincian :

  1. WN Tiongkok 7 orang
  2. WN Malaysia 4 orang
  3. WN India 2 orang
  4. WN Thailand 5 orang
  5. WN Singapura 1 orang

“Mereka yang kita jatuhi TAK ini dikarenakan melanggar UU Keimigrasian seperti penyalahgunaan Izin Tinggal, memberikan keterangan tidak benar, dan overstay (melebihi masa izin tinggal-red),” tambah Ridwan. (hms)

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)