Imigrasi Menahan 5 WNA Timor Leste Setelah Razia

Kantor Imigrasi Mataram, Nusa Tenggara Barat, menahan 5 WNA Timor Leste karena diduga melanggar masa izin tinggal mereka.

“Ada 5 WNA Timor Leste yang saat ini sedang ditahan oleh Kantor Imigrasi Mataram. Mereka masih menjalani pemeriksaan,” kata Kepala Kantor Wilaya Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Barat, Sevial Akmily, pada hari Senin.

Sevial mengatakan, kelima WNA tersebut masuk dengan visa kunjungan, namun bekerja di Indonesia.

Petugas menangkap mereka di perairan Lembar, Lombok Timur, Senin pagi. Ketika diperiksa, petugas menemukan bahwa mereka hanya memiliki visa kunjungan.

Pemerintah telah meningkatkan pengawasan orang asing sebagai bagian dari tindakan tegas terhadap para pekerja ilegal.

Data dari Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM, mengungkap bahwa pada tahun 2016, sebanyak 7.787 orang asing, 1.837 diantaranya adalah WN Tiongkok, ditemukan telah melanggar peraturan keimigrasian.

Pemerintah juga menyiapkan satuan tugas untuk memastikan bahwa orang asing tidak bekerja secara ilegal atau terlibat terorisme atau perdagangan obat-obatan terlarang.

Razia imigrasi baru-baru ini di Jakarta telah berfokus kepada pekerja seks ilegal. Terdapat hampir 100 orang wanita warga negara asing ditahan di Jakarta Barat pada minggu pertama Januari setelah kantor imigrasi merazia tempat-tempat hiburan malam, tempat karaoke, dan rumah-rumah kos.

Di Sulawesi Tengah, pemerintah meningkatkan usaha untuk mengawasi orang asing guna memastikan hanya mereka yang memiliki dokumen resmi yang bekerja di provinsi tersebut.

Pengawasan orang asing di provinsi tersebut masih tergolong lemah, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tengah, Abdul Razak, ketika memulai pembentukan tim pengawasan gabungan baru-baru ini.

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, terdapat 1.292 pekerja asing yang saat ini dipekerjakan secara resmi di Sulawesi Tengah, 1.200 diantaranya berasal dari Tiongkok. Sebagaian besar dari orang asing tersebut bekerja pada perusahaan pertambangan.

Disamping penyidikan terhadap warga negara Timor Leste, Kantor Immigrasi Mataram juga dalam proses pendeportasian 21 orang warga negara Tiongkok atas pelanggaran keimigrasian di Lombok Timur.

“Warga negara Tiongkok akan dideportasi segera, meskipun mereka berada di Lombok untuk bekerja pada pembangunan pelabuhan,” kata Sevial.

Komandan Militer Wirabhakti Mataram, Kolonel Farid Makruf mengatakan bahwa TNI akan terus mengawasi pergerakan orang asing di Nusa Tenggara Barat.

“Tentu, kami selalu mengawasi. Kami menahan dan menginterogasi 12 pekerja Tiongkok sebelum membawa mereka ke kantor imigrasi,” katanya.

Farid mengatakan bahwa tempat-tempat wisata di Lombok dan Sumbawa membuat pekerja ilegal yang potensial bersikap seolah turis dan petugas harus berhati-hati pengunjung tersebut tidak overstay dan tidak menyalahi masa berlaku visanya. “Jika mereka datang sebagai turis, mereka diterima. Tapi kami akan memantau mereka yang datang dengan agenda mereka tersendiri. Ini adalah untuk kedaulatan negara.

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)