Imigrasi Jakarta Pusat Ungkap Sindikat Pemalsu Cap dan Visa

Jakarta, (18/1) - Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat mengungkap sindikat pemalsu cap keimigrasian dan visa negara asing. Sindikat ini terungkap setelah tertangkapnya 4 (empat) orang Warga Negara India di sebuah kawasan di Jakarta Pusat. Mereka ditangkap karena diduga melanggar aturan Keimigrasian yaitu tidak dapat menunjukkan psapor kepada petugas ketika diminta.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 4 (empat) WN India tersebut diperoleh informasi adanya sindikat pemalsu cap keimigrasian dan visa negara asing yang dimotori seorang WN India berinisial LS alias Viki.

"Berdasarkan informasi intelijen, diketahui Viki tinggal di Kemayoran dan mempunyai tempat tinggal di beberapa tempat di Jakarta,“ kata Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie pada konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Rabu (18/1).

Namun petugas kemudian kemudian mendapati Viki melarikan diri ke Cianjur, Jawa Barat. Petugas Imigrasi Jakarta Pusat selanjutnya berkoordinasi dengan Petugas Imigrasi Sukabumi untuk mengejar pelaku sindikat pemalsuan cap dan visa tersebut.

“Pada tanggal 14 Januari 2017 petugas Imigrasi Sukabumi berhasil mengamankan pelaku dan selanjutnya diserahkan kepada Imigrasi Jakarta Pusat untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas Ronny di depan awak media.

Berdasarkan penggeledahan di sebuah rumah tempat tinggal Viki ditemukan beberapa cap keimigrasian negara seperti Fiji, Jamaika, Taiwan, Tiongkok, dan Maladewa. Petugas juga menemukan stiker Visa negara New Zealand dan soft copy format visa New Zealand, Irak, dan Filipina.

“Jadi tujuh orang India ini minta tolong kepada warga negara India yang sudah lama di Indonesia yaitu Viki untuk bisa menjadikan dia bisa kerja di negara lain," tambah Ronny.

Atas perbuatannya ini para pelaku diancam hukuman pidana maksimal 5 (tahun) dan denda maksimal 500 (lima ratus) juta rupiah. (humas)

 

 

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)