AS menerima pengungsi Rohingya dari Indonesia

The Jakarta Post/Haeril Halim, Apriadi Gunawan and Andi Hajramurni/Senin, 13 Februari 2017

Di tengah kerasnya aturan imigrasi yang baru diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump, perwakilan Amerika Serikat (AS) di Medan dan Makassar telah memulai penempatan pengungsi Muslim Rohingya.

Para pengungsi asal Myanmar yang dua tahun lalu perahu mereka terdampar di pantai Aceh telah melalui proses wawancara yang dilakukan oleh Konsulat Jenderal AS di Medan, Sumatera Utara dengan bantuan badan PBB bidang pengungsi, UNHCR.

Juha P. Salin, Konsul AS di Medan memberikan konfirmasi bahwa memang tengah dilakukan pemindahan pengungsi Rohingya ke AS. Dia sekaligus menambahkan bahwa proses tersebut akan dilakukan secara bertahap.  

“Berkas-berkas ini sedang diproses secara bertahap, dan bagi mereka yang memiliki dokumen perjalanan yang telah disetujui, dapat berangkat ke AS,” ujar Salin.

Saat ditanyakan terkait jumlah pengungsi Rohingya yang telah diizinkan untuk berangkat ke AS, Salin menolak untuk menjawab.

Presiden Trump telah meminta penangguhan selama empat bulan bagi para pengungsi yang akan datang ke AS, juga pelarangan sementara bagi warga Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman, dengan tujuan untuk melindungi warga AS dari serangan Islam radikal.

Perintah Eksekutif (executive order) yang dikeluarkan Trump telah diganjal oleh Majelis Rendah, namun otoritas imigrasi tetap melanjutkan berbagai operasi di kota-kota besar di Amerika.

Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan telah meyakinkan Indonesia bahwa Perintah Eksekutif tidak akan mempengaruhi nilai-nilai Amerika terkait toleransi beragama.

“Baik masyarakat Indonesia maupun Amerika pada dasarnya adalah masyarakat yang toleran, dan saya percaya bahwa nilai-nilai yang kita bagi bersama, yaitu pentingnya toleransi dan rasa hormat terhadap kepercayaan dalam beragama, terutama agama yang dianut oleh orang lain, adalah nilai-nilai yang akan unggul di dalam masyarakat kita.

Proses penempatan bagi pengungsi Rohingya dii Indonesia dimulai sejak November setelah Konjen AS di Medan memulai wawancara dengan pengungsi Muslim Rohingya yang terdampar di Aceh.

Proses tersebut tidak mengikutsertakan pengungsi Rohingya yang terdampar di Medan yang telah tinggal lebih lama.

Sekitar 800 pengungsi Rohingya saat ini berada di Indonesia, dan seluruhnya telah diberikan status pengungsi oleh UNHCR.

Menurut seorang pengungsi Rohingya yang tidak termasuk dalam proses penempatan, setidaknya ada tiga orang yang telah diberangkatkan ke AS dalam program tersebut.

Yudi Kurniadi, Kepala Kantor Imigrasi Medan, mengatakan bahwa kebijakan Trump tidak mempengaruhi proses permohonan pencari suaka dari pengungsi Rohingya karena Myanmar tidak termasuk dalam daftar negara-negara yang dilarang oleh Trump.

“Beberapa pengungsi Rohingya telah diberangkatkan ke AS bulan ini. Ini merupakan kelompok pertama sejak Trump disahkan sebagai Presiden AS,” menurut Yudi kepada The Jakarta Post.

Yudi mengatakan bahwa pengungsi di Sumatera Utara yang diberangkatkan ke AS dalam beberapa bulan terakhir berasal dari Myanmar. Sebagian diberangkatkan ke Australia dan Kanada.

Di Medan terdapat 2.089 pengungsi,  390 dari Afganistan, 363 Sri Lanka, 490 Myanmar, 283 Somalia, 279 Palestina, dan 129 dari Iran.

Tujuan negara mereka di antaranya termasuk AS, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, Zarida,  pengungsi Myanmar yang saat ini tinggal di kota tersebut rencananya juga akan diberangkatkan ke AS pada 14 Februari.

Zarida telah menetap di Makassar sejak 2013. Kota tersebut menampung sebanyak 1.900 pengungsi dari Timur Tengah, dan 80 dari Myanmar.

Ramli, Kepala Kantor Imigrasi Makassar, mengatakan bahwa keberangkatan Zarida ke AS difasilitasi oleh International Organization for Migration (IOM).

“Dia telah melalui proses verifikasi dan akan diberangkatkan ke AS pada 14 Februari,” ujar Ramli.

Zarida pertama kali ditemukan sebagai imigran yang tidak memiliki dokumen perjalanan empat tahun lalu di kota tersebut.

Dia kemudian diverifikasi dan diberikan status pengungsi di bawah pengawasan IOM.

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)