Manfaatkanlah Kemudahan Autogate di Bandara Soetta

‘Biar lambat asal selamat’

‘Biar telat tapi bemanfaat’

Setelah beberapa perubahan fasilitas yang membaik - seperti pernah saya tulis di sini dan di sini, kembali Bandara Soekarno Hatta memperlihatkan pembenahan yang nyata. Kali ini yang disentuh adalah fasilitas yang langsung berhubungan dengan penumpang pesawat perjalanan luar negeri, itulah gerbang otomatis / auto gate pemeriksaan imigrasi.

Awalnya saya tertinggal berita mengenai tersedianya auto gate ini. Dari kanal berita detik.com, terbaca bahwa gerbang otomatis ini sudah mulai dipakai pada bulan Januari. Dan hari ini, saya menemukan hal itu setelah tertarik melihat beberapa bangku dengan beberapa peralatan elektronik setelah pintu / gerbang masuk ke antrean imigrasi. Juga ada sedikit pemberitahuan lewat poster kecil di dekatnya.

Setelah bertanya kepada petugas yang ramah, maka saya dituntun untuk mendapatkan identifikasi paspor elektronik. Proses yang harus dilakukan amat sederhana, singkat, mudah dan. …….BEBAS BIAYA. Kit tinggal memberikan paspor kita kepada petugas. Petugas akan memproses sebentar, dan lalu meminta kita untuk menyentuhkan kedua jari telunjuk ke alat pemindai sidik jari. Jika lampu kecil di alat pemindai itu menyala hijau, maka proses selesai. Petugas akan mengembalikan paspor kita setelah dicap. Keseluruhan proses itu ditaksir memakan waktu tidak lebih dari LIMA MENIT saja.

Proses untuk mendapatkan identifikasi paspor elektronik dan sidik jari itu hanya dibutuhkan sekali saja. Jadi jika kita akan bepergian berkali-kali, kita tidak perlu melakukan proses ini lagi.

Setelah itu, kita tinggal berjalan ke pintu otomatis imigrasi - dan TIDAK PERLU mengantri di jalur pemeriksaan imigrasi yang biasa untuk mendapatkan cap imigrasi. Seperti maksud dari kata otomatis, pintu ini tidak dijaga. Jangan salah melangkah. Pintu yang dimaksud bukan pintu khusus Saphire yang diperuntukan bagi pemegang kartu khusus Saphire. Pintu ini berada di paling kanan dari area imigrasi. Terdapat lebih dari empat jalur tersedia.

Kita lalu masuk ke jalur yang ada. Ada dua pintu di tiap jalur. Kita masuk melewati pintu pertama yang berada dalam kondisi terbuka lengkap dengan tas bawaan kabin kita sampai melewati tanda. Lalu kita tempelkan paspor kita yaitu halaman yang berisi identifikasi dan foto kita ke mesin pemindai yang berada di sebelah kanan. Ikuti petunjuk yang muncul di monitor kecil di atas mesin pemindai itu agar mendapatkan posisi paspor yang benar. Jika paspor itu berhasil mengidentifikasi paspor kita, maka pintu yang tadi terbuka di belakang kita akan otomatis menutup.

Setelah itu, letakan SATU jari telunjuk kita di atas alat pemindai yang ada di sebelahnya. Lihat monitor kecil di dekatnya jika kita harus menggeser-geser posisi jari telunjuk untuk mendapatkan posisi yang benar. Dan jika pencocokan identifikasi itu berhasil, maka pintu selanjutnya yang dari awal tertutup akan terbuka secara otomatis. Dengan melewati pintu kedua itu, selesailah proses imigrasinya. Tidak perlu mengantri lama. Jika berjalan lancar, maka proses ini hanya memakan waktu satu menitan.

Meskipun bandara lain telah menerapkan hal ini jauh lebih dulu, saya harus akui bahwa ini merupakan sebuah kemajuan. Seperti peribahasa yang saya mirip-miripkan di atas - biar telat tapi bermanfaat. Ini menunjukan adanya sebuah aksi untuk berubab ke arah lebih baik. Tidak hanya melulu wacana.

Terimakasih pengelola bandara dan petugas imigrasi karena telah membuat awal perjalanan lebih menyenangkan tanpa antrian. Saran sedikit, kalau bisa pemberitahuan adanya fasilitas ini lebih banyak dan lebib gencar.

Ayo kita manfaatkan fasilitas ini dengan baik. Mari kita gunakan kemudahan ini. Dekati petugas imigrasi untuk mendapatkan identifikasi paspor dan sidik jari. Jangan lupa, ajak mereka bercakap-cakap atau mengucapkan terima kasih atau minimal sunggingkan senyum. Apresiasilah hasil kerja mereka para petugas. Gantilah pikiran negatif yang selama ini ada di benak dengan pikiran positif, sehingga para petugas pun merasa bangga dan merasa kerjaannya tidak sia-sia. Karena hal positif akan mendatangkan hal positif lainnya.

Sumber: Kompasiana

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)