Malaysia menahan 5 WN Filipina diduga terkait jaringan IS

REUTERS, Mon Mar 13, 2017 | 1:44am EDT

Reporting by Rozanna Latiff; Editing by Nick Macfie

Kepolisian Malaysia mengungkapkan pada hari Senin (13/30 bahwa mereka telah menangkap tujuh orang, termasuk 5 orang WN Filipina karena diduga terkait jaringan IS (Islamic State/Negara Islam).

Malaysia telah berada dalam keadaan siaga terhadap ancaman teroris sejak serangan terhadap Ibukota Jakarta, Indonesia dilakukan atas nama IS pada Januari 2016.

Negara dengan Mayoritas Muslim, Malaysia, telah menangkap lebih dari 250 orang antara tahun 2013-2016 karena dugaan terkait jaringan IS.

Itjen Pol Khalid Abu Bakar menyampaikan dalam pernyataannya bahwa sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan hasil tangkapan operasi yang dilakukan di Sabah, Borneo, awal bulan ini.

Salah seorang tersangka berkewarganegaraan Filipina merupakan penduduk tetap di Malaysia, ditahan dengan dugaan sebagai pengumpul dana dan penghubung dengan Mahmud Ahmad dan Muhamad Joraimee  Awang Raimee, dua orang Malaysia yang bergabung dengan IS di Filipina selatan,  kata Khalid.

Seorang warga Filipina telah berencana untuk bepergian ke Suriah untuk bergabung dengan IS, sementara yang lainnya diketahui telah bersumpah setia dengan Isnilon Hapilon,  orang yang paling dicari di Filipina yang merupakan pemimpin dari kelompok militan Abu Sayyaf.

Akhir Juni lalu, para militan dalam sebuah video mengklaim untuk bertempur demi IS dan mengangkat Hapilon sebagai  pimpinan mereka untuk wilayah Asia Tenggara.

Dua orang Filipina lainnya, seorang pria  dan seorang wanita, ditangkap karena menyelundupkan 3 orang anggota ISdari Malaysia dan Indonesia ke Filipina selatan melalui Sabah, ujar Khalid.

Polisi juga menangkap seorang wanita Malaysia yang bekerja sebagai petugas imigrasi di Bandara, atas kecurigaan telah membantu orang-orang tanpa dokumen perjalanan yang sah, termasuk di dalamnya pengikut IS untuk  keluar dan masuk ke Filipina melalui Sabah.

Sementara, seorang WN Malaysia ditangkap di Bandara utama Kuala Lumpur pada hari Minggu setelah dideportasi dari Turki, ungkap Khalid.

Tersangka bepergian ke Istanbul di bulan Oktober dengan rencana akan memasuki Suriah dengan bantuan seorang anggota IS dari  Sulawesi, Indonesia.

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)