11 WNI Dievakuasi dari Bentrokan di Marawi

The Jakarta Post

Jakarta | Sabtu, 27 Mei 2017 

 

Sebelas Warga Negara Indonesia telah dievakuasi dari Kota Marawi, Ibu Kota Provinsi Lanao del Sur, Filipina, di mana bentrokan keras telah terjadi antara aparat keamanan dan para gerilyawan yang terkait dengan Negara Islam (IS).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan 10 orang yang dievakuasi tersebut adalah anggota Jamaah Tabligh (JT) dari Bandung, Jawa Barat. Mereka telah melakukan perjalanan ke Marawi untuk melakukan khuruj, suatu praktik dalam Islam untuk berkeliling dunia menyebarkan pesan Allah, tambahnya.

Arrmanatha lebih lanjut mengatakan bahwa 10 anggota JT dipandu oleh seorang warga negara Indonesia yang hanya diidentifikasi sebagai Yusuf, yang telah menikah dengan seorang warga lokal dan telah tinggal di Marawi selama beberapa tahun.

"Sejauh ini, belum ada konfirmasi mengenai keterlibatan mereka dengan kelompok Maute, IS, atau kelompok teror lainnya yang terlibat dalam bentrokan di Marawi," kata Arrmanatha pada hari Sabtu.

Juru bicara Kantor Imigrasi Agung Sampurno mengatakan bahwa 10 anggota JT telah tinggal di Masjid AbuBakr As-Siddiq di desa Barangay Basak Malutlut.

"Mereka telah memberi tahu pihak berwenang setempat tentang kegiatan mereka, termasuk kepolisian Filipina dan pihak berwenang militer dengan mengirimkan surat resmi dari Masjid AbuBakr As-Siddiq," katanya.

"Ketika bentrokan terjadi, mereka segera dievakuasi ke masjid lain di dekat kantor polisi," kata Agung.

Dia mengatakan bahwa ke-11 Warga Negara Indonesia tersebut sekarang berada di luar daerah konflik di Marawi dan di bawah perlindungan polisi.

 "Kantor Imigrasi dan KJRI Davao mendesak mereka untuk kembali ke Indonesia, namun mereka mengatakan bahwa mereka masih mempertimbangkan apa yang harus dilakukan selanjutnya," kata Agung. (Dis / ebf)

 

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)