Dirjen Imigrasi Pimpin Delegasi Indonesia dalam Pertemuan ASEAN DGICM 2018

Kuala Lumpur (6/8) - Pertemuan Tahunan Direktur Jenderal Imigrasi dan Kekonsuleran se Asia Tenggara dimulai hari ini Senin(6/8) di Kuala Lumpur Malaysia. Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie memimpin delegasi Indonesia pada pertemuan rutin tersebut. Delegasi RI beranggotakan tim dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM dan dari Kementerian Luar Negeri.

Pertemuan tahunan ini diawali dengan Forum Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi Utama ASEAN ( ASEAN Heads of Major Immigration Checkpoints Forum/AMICF). Ini adalah kali kedua pelaksanaan AMICF yang pada Juli 2017 lalu diselenggarakan pertama kali di Tangerang atas inisiatif Indonesia.

Dirjen Imigrasi mengatakan agenda utama yang dibahas dalam AMICF adalah isu-isu perlintasan dan permasalahan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) utama di masing-masing negara anggota ASEAN.

Fenomena migrasi ilegal dan peran komunitas imigrasi dalam mendukung kampanye anti-terorisme dan pencegahannya menjadi topik bahasan yang kaya akan semangat saling bertukar informasi dan pengalaman. Dalam hal ini, komunikasi dan media yang tepat menjadi jembatan yang melancarkan semangat kebersamaan komunitas imigrasi di ASEAN.

"Kita optimalkan kerja sama di kawasan regional Asia Tenggara untuk mencegah illegal migrant melalui perbatasan," ujarnya

Sementara itu Forum Working Group on ASEAN Common Visa akan membahas rencana pemberlakuan Common Visa atau visa yang berlaku di Negara-negara Asia Tenggara.

Forum ketiga tentang inisiatif ASEAN Common Visa pada hari ini berpeluang menelurkan terobosan alternatif solusi dan membawa diskusi yang sudah berlangsung lama kepada hasil yang lebih konkret.

" Di forum ini juga dibahas rencana Common Visa. Sudah hampir satu dekade pembahasannya belum selesai di antara negara anggota," jelas Ronny.

Di samping itu, Ditjen Imigrasi juga akan menghadiri Pertemuan ASEAN Immigration Intelligence Forum (AIIF). Forum ini bertujuan untuk mengelaborasi isu-isu keimigrasian strategis di kawasan Asia Tenggara, sekaligus saling berbagi solusi terbaik untuk mengatasinya.

"Strategi penanganan kasus dan kerja sama antar instansi akan kami sampaikan sebagai bahan informasi dan benchmark bagi negara-negara anggota ASEAN," tambahnya.(end)

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)