Uni Eropa: Perangkat Kecerdasan Buatan akan Membantu Petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (2)

Cornelius Wolff, 2018/11/03

Perangkat program pintar ini akan mengajukan beberapa pertanyan kepada orang yang akan melewati pemeriksaan keimigrasian memasuki wilayah Uni Eropa. Jumlah pertanyaan yang diajukan bergantung kepada faktor resiko yang sebelumnya sudah diperhitungkan untuk orang dengan kriteria tertentu. Perangkat lunak yang terpasang akan menggunakan kamera dan analisis suara untuk memonitor dan mengecek jawaban orang tersebut. Jika orang itu dapat memberikan jawaban yang tepat dan tidak terdapat indikasi yang bersangkutan sedang berbohong, maka dia dapat melintas masuk  ke wilayah Uni Eropa. Jika sistem menilai bahwa orang tersebut mencurigakan, maka data sidik jari, wajah, dan data biometrik lainnya akan langsung dicocokkan dan diverifikasi. Apabila program tersebut menilai bahwa orang yang akan melintas memiliki risiko tinggi, maka petugas akan mengambil alih proses pemeriksaan keimigrasian.  

Program ini tidak dapat melakukan penolakan masuk secara sistem, keputusan penolakan tetap harus melalui pemeriksaan petugas. Program ini akan diuji coba pertama kali di Yunani, Latvia, dan Hungaria.

Saat ini hampir 700 juta orang memasuki wilayah Uni Eropa setiap tahun, sehingga otoritas perbatasan dan keimigrasian menghadapi kesulitan dalam hal kurangnya petugas.

Sebagai tambahan, jumlah pelintas yang memasuki wilayah Eropa akan terus bertambah di  masa yang akan datang. Program ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi para petugas di perbatasan dalam melakukan pemeriksaan keimigrasian.

 

Diterjemahkan dari artikel dalam laman www.notebookcheck.net dengan merujuk pada laman www.newscientist.com/article/mg24032023-400-an-ai-lie-detector-will-interrogate-travellers-at-some-eu-borders/

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)