51 Pekerja Migran Ilegal direpatriasi dari Yordania

TEMPO ENGLISH

20 April 2019 17:33 WIB

TEMPO.COJakarta – Memanfaatkan program amnesti pemerintah Yordania, 51 orang Pekerja Migran Indonesia telah direpatriasi melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman, dan sebagian besar berstatus ilegal dan tanpa dokumen.

Repatriasi tahap ketiga terhadap para pekerja migran ilegal tersebut dilakukan tanggal 17 April 2019, menyusul repatriasi tahap pertama dan kedua yang telah memulangkan sejumlah 38 orang pekerja Indonesia.

Berdasarkan pernyataan pers dari KBRI Amman yang diterima hari Sabtu tanggal 20 April di Jakarta, repatriasi tahap ketiga tersebut merupakan yang terbanyak dalam memulangkan WNI dalam dua tahun terakhir.

Kebijakan repatriasi ini berlaku selama enam bulan, dari tanggal 12 Desember sampai 12 Juni 2019. Guna memastikan implementasi program yang optimal, KBRI Amman telah mengadakan berbagai kegiatan untuk menyebarluaskan informasi melalui pertemuan langsung, telepon atau media sosial.

Duta Besar Indonesia untuk Yordania Rachmianto menjelaskan bahwa program amnesti Pemerintah Yordania ini harus dilaksanakan secara optimal karena tidak selalu ada setiap tahunnya.

Oleh karena itu, bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah melakukan pelanggaran terhadap undang-undang keimigrasian Yordania, mereka harus “memutihkan” statusnya.

Hampir seluruh pekerja migran di Yordania telah tinggal selama lebih dari delapan tahun. Repatriasi ini menunjukkan upaya negara dalam melindungi para WNI di luar negeri.

Duta Besar Rachmianto mengungkapkan, “melalui program amnesti ini, KBRI telah menetapkan target untuk membantu pemulangan minimal 50 persen WNI berstatus ilegal.”

Data KBRI menunjukkan seluruh pekerja migran wanita dipulangkan melalui program amnesti ini.

Sejak program amnesti ini diumumkan, jumlah pekerja migran bermasalah yang mendaftar di KBRI terus mengalami peningkatan setiap harinya. Sehingga, dengan adanya proses pendaftaran ini, lebih dari 100 orang akan dipulangkan.

Kebijakan amnesti ini diharapkan dapat menjaring para WNI pelanggar izin tinggal di Yordania, termasuk mereka yang memiliki anak dari hubungan di luar pernikahan.

KBRI telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan beberapa instansi pemerintah terkait untuk memfasilitasi proses legalisasi dan pemulangan anak-anak tersebut ke Indonesia.

Duta Besar Rachmianto menjelaskan, “KBRI Amman mendukung terus program amnesti ini yang dapat bermanfaat bagi WNI. Kami telah menyebarluaskan informasi melalui berbagai media sosial dan elektronik agar para pekerja migran yang bermasalah, termasuk para pemberi kerja, dapat memanfaatkan program ini secara optimal”.

 

Penerjemah: Yessy Successly

Editor: Ridwan Arifin

Tanggal: 29 April 2019

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)
Gemar Bola 1
Gemar Bola 2
Gemar Bola 3
Gemar Bola 4