Eksklusif: Pemerintah Australia Diam-Diam Melonggarkan Kebijakan Visa yang Berimbas pada Penyandang Disabilitas (3)

Wakil presiden Pengacara Australia untuk Hak Asasi Manusia (ALHR), Natalie Wade mengatakan kepada SBS News: “Yang menjadi inti permasalahan bagi kami sebagai pengacara, advokat, dan para migran adalah ambang biaya yang masih sangat rendah jika dibandingkan dengan biaya hidup  para penderita penyakit kronis atau disabilitas.”

“Yang menjadi pusat dari ini semua adalah apakah prinsip kebijakan publik ini sudah cukup layak, atau hanya untuk mengenakan ambang biaya yang besar bagi para migran penyandang disabilitas dan keluarganya saat mereka hendak menetap di Australia.”

Ms Wade, yang mengepalai subkomite penyandang disabilitas ALHR, mengatakan bahwa dia cukup senang melihat adanya pengurangan masa dari seumur hidup menjadi 10 tahun bagi perhitungan biaya visa tinggal menetap sebagai “setidaknya sudah ditetapkan batasan waktu”

“Sebelumnya kebijakan itu merupakan penentu seluruh hidup mereka, sebuah rintangan yang hampir mustahil dapat dilalui oleh para pemohon,” ujarnya.

Bagi keluarga yang menghadapi deportasi karena anak mereka memiliki kondisi penyakit yang permanen, seperti pada keluarga Wangchuk yang diancam akan dideportasi ke Bhutan tahun ini karena kondisi anak mereka yang memiliki disabilitas pendengaran, Ms Wade berharap perubahan kebijakan ini dapat bermanfaat.

Dr Gothard juga mengatakan bahwa ada banyak hal yang terlewatkan dalam reformasi kebijakan mereka, termasuk sistem pengecualian persyaratan kesehatan yang hanya berlaku bagi beberapa kelas visa.

“Faktanya, bagi para pemohon yang mengajukan visa dengan tanpa pengecualian persyaratan kesehatan, jika mereka diperkirakan akan melebihi 1000 dolar saja dari ambang atas 49.000 dolar Australia, mereka tidak akan lolos, dan mereka juga tidak dalam posisi untuk bisa berargumentasi,” katanya.

Sebuah penyelidikan parlemen terhadap persyaratan kesehatan pada 2010 menemukan bahwa sistem tersebut secara tidak adil telah mendiskriminasikan para migran dengan disabilitas dan keluarganya, bahkan sebagian besar dari 18 rekomendasi laporan hasil penyelidikan tersebut belum juga diimplementasikan.

“Jika anda melihat seorang anak, kemudian dihitung biaya pendidikannya kelak selama sepuluh tahun, jumlah keseluruhan akan mencapai biaya ambang atas dengan cepat dalam waktu hanya dua tahun,” menurut Dr Gothard.

“ini bukanlah ‘pintu yang terbuka’ dalam artian apapun.”

Perubahan tersebut juga berarti bahwa uang pensiun penunjang disabilitas, yang sebelumnya dinilai berdasarkan perhitungan biaya, tidak akan dipertimbangkan lagi, karena sebagai migran, mereka tidak memenuhi syarat untuk pembayaran sampai mereka telah berada di negara ini selama lebih dari sepuluh tahun.

Juru bicara departemen mengatakan bahwa seluruh pemohon visa Australia diperlakukan dengan setara dan adil.

Baik dalam kebijakan saat ini maupun yang lalu, tidak ada hal yang mendiskriminasikan para pemohon dengan disabilitas ataupun pengidap penyakit.

 

Sumber: www.sbs.com.au

Judul asli: Exclusive: Government quietly relaxes controversial visa policy affecting people with disabilities

Penerjemah: Yanos/Humas Ditjenim

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)