Eksklusif: Pemerintah Australia Diam-Diam Melonggarkan Kebijakan Visa yang Berimbas pada Penyandang Disabilitas (2)

Mollie Manley, lansia 93 tahun di Perth yang berasal dari Inggris terancam dideportasi (www.sbs.com.au)

Pemerintah tidak berkomentar terkait adanya perubahan

Dr Gothard, yang bekerja di firma hukum bidang imigrasi Estrin Saul di Australia Barat, mengatakan bahwa dia tidak menyadari adanya perubahan tersebut, yang sudah dilaksanakan sejak awal tahun anggaran,  sampai suatu ketika saat mereka sedang mengulas kebijakan pemerintah, rekan sekerjanya tertegun melihat angka yang tertera.

“Dia memperhatikan angka yang telah berubah secara signifikan dari 40.000 menjadi 49.000 dolar Australia, awalnya dia mengira ada kesalahan penulisan ,” ujar Gothard, dan menambahkan bahwa ia sangat terkejut dengan langkah yang diambil pemerintah.

“Kami kemudian memeriksa ulang dan ternyata memang benar angka tersebut mengalami kenaikan.”

Juru bicara Departemen Dalam Negeri mengatakan kepada SBS News bahwa departemen telah mengembangkan metodologi penghitungan baru yang signifikan untuk menentukan biaya ambang, dengan metode tersebut dapat dilakukan penyesuaian setiap dua tahun untuk menyeimbangkan anggaran dengan perubahan biaya kesehatan.

Terkait pengurangan masa pembiayaan hingga menjadi 10 tahun, pihak departemen mengatakan akan  terus memperbaiki keandalan metode perkiraan biaya.

“Perubahan ini akan menguntungkan baik bagi pihak departemen maupun para pemohon visa, dengan menyelaraskan penerapan kebijakan tersebut, dan disaat yang sama harus menjaga keseimbangan antara urgensi untuk meminimalisasi ancaman kesehatan publik dengan pengeluaran publik,” ujar juru bicara departemen.

Diskriminasi tetap ada

Para advokat telah berjuang untuk melonggarkan peraturan beberapa tahun ini, dengan mencuatnya beberapa kasus yang cukup menjadi perhatian masyarakat.

Pada tahun ini, SBS News mengangkat berita tentang Mollie Manley, seorang lansia di Perth, yang berasal dari Inggris, setelah selama 11 tahun tinggal di Australia kini ia menghadapi ancaman deportasi karena gagal memenuhi persyaratan kesehatan. Lansia berusia 93 tahun itu meninggal pada bulan Juni.

Sementara para advokat dan agen imigrasi menyambut baik perubahan tersebut, mereka juga segera menyadari bahwa hal tersebut baru sebuah langkah kecil ke depan.

bersambung...

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)