Filipina meninjau ulang kebijakan visa bagi warga negara Tiongkok

Arus masuknya warga negara Tiongkok telah menjadi perhatian terkait keamanan nasional, menurut Sekretaris Kehakiman.

Menardo Guevarra, Sekretaris Kehakiman Filipina

Dipublikasikan: 3 Agustus 2019; Koresponden: Gilbert P. Felongco

 

Manila: Filipina akan meninjau ulang kebijakan visa bagi warga negara Tiongkok yang akan berkunjung ke negaranya  di tengah meningkatnya arus masuk pengunjung dari negara tersebut. 

“Kami sangat menyambut kedatangan mereka sebagai wisatawan. Tetapi jika mereka berharap untuk bekerja di sini, mereka harus memenuhi seluruh persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku, antara lain memiliki sertifikat pekerja asing atau AEC dan visa kerja, kemudian mereka juga harus membayar pajak penghasilan,”ujar Sekretaris Kehakiman Menardo Guevarra.

Warga negara Tiongkok menjadi orang asing terbanyak yang memegang Izin Pekerja Asing (AEP) di Filipina.

Data resmi dari Departemen Tenaga Kerja menempatkan para pekerja Tiongkok di Filipina per September 2018 sebanyak 115.000 orang, meski Pimpinan Minoritas Senat Franklin Drilon menyangsikan jumlah ini dengan mengatakan bahwa di Metro Manila saja diperkirakan terdapat 400.000 pekerja asal Tiongkok.

Sebagian besar dari jumlah tersebut dipekerjakan di Pengoperasian Permainan Daring Luar Negeri Filipina (Philippine Offshore Gaming Operations/POGO) yang sedang marak.

Kebanyakan dari mereka datang dengan memanfaatkan Program Visa Kunjungan Saat Kedatangan (VKSK) bagi warga negara Tiongkok.

Guevarra mengatakan bahwa dengan kemungkinan adanya penyalahgunaan, pemerintah akan meninjau ulang kebijakan pemberian VKSK bagi warga negara Tiongkok.

Tanggal 31 Juli lalu, Sekretaris Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr. menggarisbawahi mendesaknya penghentian kebijakan VKSK.

“Kita perlu menghentikan VKSK; seluruh visa seharusnya diterbitkan oleh kantor konsuler setelah dilakukan pemeriksaan. Kita harus lebih berhati-hati  dalam mengalihdayakan setiap bagian dari proses permohonan visa, hanya memilih mereka yang memiliki reputasi internasional paling baik,” menurut Locsin dalam Cuitannya.

Penasihat Keamanan Nasional  Hermogenes Esperon, dalam kapasitasnya, mengatakan bahwa arus masuk warga negara Tiongkok ke Filipina yang tidak sesuai dengan aturan, telah menjadi kekhawatiran bagi keamanan nasional.

“Ada juga kekhawatiran bahwa warga negara  Tiongkok yang datang, bisa saja melakukan kegiatan yang sebenarnya tidak boleh dilakukan berdasarkan visa yang mereka miliki, hal seperti itulah yang seharusnya menjadi perhatian kita bersama,” kata Esperon.

Esperon juga membuat pernyataan terkait adanya wisatawan Tiongkok yang mengunjungi basis militer dipergoki sedang mengambil gambar area terlarang.

The Palawan News melaporkan ada dua kelompok wisatawan Tiongkok terlihat sedang mengambil gambar fasilitas militer Angkatan Laut Tide Pole di Kota Puerto Princesa.

Komisioner Imigrasi Jaime Morente mengatakan bahwa dari 2.351 orang asing berbagai negara yang ditolak masuk di berbagai pintu kedatangan di Filipina, warga negara Tiongkok  menempati jumlah terbanyak 1.129 orang, diikuti oleh India (106), Amerika (87), Taiwan (52), dan Korea (67).

 

Sumber artikel: www.gulfnews.com

Judul asli: Philippines reviewing visa policies for Chinese nationals

Penerjemah: Yanos/Humas Ditjenim

 

 

 

 

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)