Perjalanan udara internasional ‘tanpa mengeluarkan paspor dari saku anda’ (2)

Bandara Singapura mengetes pengenalan-wajah

Perusahaan konsultan riset Frost & Sullivan memperhitungkan di tahun 2020 biaya yang dikeluarkan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang bisa mencapai 4,2 miliar dolar AS.

“Integrasi teknologi dalam bandara diarahkan oleh peningkatan angka perjalanan udara dan menyusutnya kapasitas terminal,” ungkap Renjit Benjamin, analis dari Frost & Sullivan bidang penerbangan,  pertahanan, dan keamanan.

“Kecenderungan untuk memanfaatkan teknologi tidak hanya terbatas di wilayah tertentu, kota-kota di seluruh dunia saat ini sedang mengerjakan berbagai proyek yang menggunakan teknologi digital untuk efisiensi proses dan manajemen kenyamanan penumpang.”

 

Foto: Satish Kumar untuk The National, sumber: theverge.com

 

Bandara Dubai di Uni Emirat Arab juga memiliki rencana besar dan ‘unik’ untuk penggunaan teknologi biometrik.

Bandara tersebut berniat untuk menggantikan titik pos pengamanan yang umum dengan terowongan dengan tampilan seperti akuarium dilengkapi dengan 80 kamera pemindai yang disamarkan seperti gambar ikan. Saat penumpang melewati terowongan tersebut kamera akan memindai wajah mereka dari berbagai sisi sementara mereka melihat gambar-gambar ikan tersebut, dan data yang didapat akan dibandingkan dengan foto dari identitas yang ada sebelumnya.

Terowongan pertama rencananya akan terpasang pada akhir 2018 dan seluruh terminal akan dipasang alat ini pada 2020.

Perusahaan rintisan teknologi Vchain percaya bahwa rangkaian pengunci (blockchain), teknologi yang digunakan dalam cryptocurrencies akan membantu pengamanan identitas digital yang dapat diverifikasi sehingga antrean di bandara hanya akan menjadi cerita di masa lalu.

Perangkat lunak akan menghasilkan sinyal, versi matematis dari warna merah, jingga, dan hijau seperti lampu lalu lintas, untuk membantu petugas berwenang dalam memverifikasi identitas penumpang sekaligus menghasilkan  penghitungan skor yang dapat dijadikan acuan, serta memberikan penilaian terhadap dokumen perjalanan.

Sinyal matematis ini disimpan dalam rangkaian pengunci untuk menghindari kerusakan dan mendapatkan hasil yang dapat diverifikasi.

Semakin sering sebuah paspor dan data penumpang terverifikasi, semakin baik reputasi identitas tersebut, hal-hal seperti pemasukan data yang tidak akurat dalam pemesanan daring yang menggunakan identitas penumpang akan dapat dikoreksi secara otomatis, harap perusahaan itu.

“[Rangkaian pengunci] merupakan pendekatan terbaik yang kita kembangkan di masa ini untuk penyimpanan data,” klaim kepala eksekutif Vchain, Irra Ariella Khi.

“Dan data yang baik akan baik untuk keamanan, karena penilaian risiko anda akan selalu sebaik bagaimana data tersebut disimpan.”

Teknologi yang digunakan Vchain saat ini sedang dites oleh IAG, sebuah grup maskapai global yang menaungi British Airways, Iberia, Aer Lingus, dan Vueling.

“Bandara masa depan akan menyaksikan para penumpang mengalir tanpa melalui antrean yang mengganggu ataupun pemeriksaan dokumen, bahkan tanpa perlu mengeluarkan paspor dari saku anda sama sekali,” ujarnya.

Akan tetapi di manapun perangkat biometrik terpasang, perhatian terhadap privasi dan perlindungan data harus dilakukan. Teknologi pengenalan gambar walau semakin baik, tetapi masih jauh dari sempurna. Kampanye dari organisasi hak asasi manusia seperti Privacy International dan Human Right Watch telah memperingatkan tentang potensi kesalahan identifikasi dan penyalahgunaan data oleh pihak berwenang.

Dalam hal ini, British Airways mengatakan mereka tidak menyimpan data identitas penumpang, tetapi mengirimkan data tersebut ke sistem Pengamanan Perbatasan dan Bea Cukai Amerika Serikat, yang kemudian akan mengirim kembali berupa sinyal ‘sesuai’ atau ‘tidak sesuai’ secara anonim.

Selama penumpang udara diuntungkan dengan meningkatnya kenyamanan dari perjalanan udara tanpa antrean, perhatian terhadap privasi akan tetap teredam.

Sumber artikel: www.bbc.com

Judul asli: Air travel ‘without your passport leving your pocket’

Penerjemah: Yanos/Humas Ditjenim

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)