Madiun (Antara Jatim) - Kantor Imigrasi Kelas II Madiun menyebutkan tujuh dari 105 imigran Timur Tengah (Timteng) yang diduga ilegal dan tertangkap di perbatasan Provinsi Jatim-Jateng Desa Sumberejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi, memiliki surat tanda pengungsi yang dikeluarkan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

"Hasil pendataan diketahui hanya tujuh orang yang membawa surat UNHCR, sedangkan sisanya tidak membawa dokumen imigrasi sama sekali," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Hermansyah Siregar, kepada wartawan, Minggu.

Pihaknya menyatakan, jumlah imigran asal sejumlah negara di Timur Tengah tersebut sebanyak 105 orang dan bukan 115 orang seperti disebutkan semula.

"Pada malam sebelumnya saat kami hitung ada 115 orang. Namun setelah dihitung ulang jumlahnya 105 orang. Memang ada kesalahan hitung, karena wajah mereka relatif sama sehingga ada yang dihitung dua kali," kata Hermansyah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari tujuh imigran yang memiliki surat UNHCR tersebut belum diketahui secara pasti jenis suratnya. Apakah termasuk pencari suaka ataupun jenis lainnya.

"Selain itu, juga belum diketahui apakah surat tersebut masih berlaku atau tidak. Hingga kini pendataan masih terus dilakukan karena kami terkendala bahasa dengan mereka," ungkap dia.

Saat kini, para imigran tersebut ditampung di Hotel Raya Kusuma Jalan Yos Sudarso Kota Madiun. Mereka terdiri dari 56 laki-laki dewasa, 27 perempuan dewasa, sembilan anak perempuan, dan 13 anak laki-laki.

Kantor Imigrasi Madiun belum dapat berbuat banyak terhadap 105 imigran tersebut. Pihaknya masih menunggu instruksi dari kantor imigrasi pusat. Selain itu, para imigran tersebut juga belum dapat dikirim ke Rudenim Surabaya yang terdapat di Bangil Pasuruan karena kondisinya masih penuh.

"Secara aturan internasional mereka harus dilindungi dan ditampung. Tapi secara hukum Indonesia mereka bersalah karena tidak memiliki dokumen imigrasi resmi," terangnya.

Seperti diketahui, petugas Polres Ngawi telah mengamankan seratusan imigran asal Timur Tengah yang diduga ilegal di Jalan Raya Ngawi-Solo perbatasan Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah, tepatnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi.

Penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari petugas kepolisian yang curiga dengan dua unit bus pariwisata penuh dengan turis Timur Tengah, bernomor polisi S-7377-US dan K-1436. Para imigran ilegal tersebut sedang dalam perjalanan dari Bogor Jawa Barat menuju Nganjuk Jawa Timur.

Setelah dari Nganjuk, para imigran tersebut rencananya akan diangkut menggunakan truk yang ditutupi terpal ke sejumlah perairan di wilayah Malang, Trenggalek, dan Pacitan. Tujuan mereka adalah Pulau Christmas Australia. (*)