Uncategorised

Sebanyak 2.500 WNA Miliki Izin Tinggal Di Yogyakarta

Humas, 29 April 2016
Jumat, 29 April 2016 | 8:49 http://sp.beritasatu.com/nasional/sebanyak-2500-wna-miliki-izin-tinggal-di-yogyakarta/114720 [YOGYAKARTA] Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta mendata, jumlah warga negara asing yang memiliki izin tinggal di wilayah DI Yogyakarta hingga akhir tahun 2015, mencapai angka lebih dari 2.500. Sekretaris Direktorat Jendral Imigrasi, Ida Bagus Adnyana saat peresmian Sekretariat Tim Pengawas Orang Asing, Kamis (28/4) mengatakan, jumlah warga asing yang memiliki ijin tinggal di Yogyakarta yang lebih dari 2.500, membutuhkan pemantauan secara khusus, sebab selain mereka yang memiliki izin tinggal, masih banyak turis asing yang rata-rata tinggal lebih dari satu bulan. Warga asing dengan izin tinggal tersebut tersebar di berbagai wilayah, seperti di Bantul 394 orang, Sleman 781, Kota Yogyakarta 1160, Kulonprogo 7 dan Gunungkidul 3 orang. “Kami ingin fokus pada pengawasan orang asing yang ada di wilayah DIY. Jangan sampai berdampak buruk kepada warga,” katanya tanpa merinci negara asal WNA. Menurut Ida Bagus, pemberian izin tinggal ini harus disertai dengan pengawasan ketat, sebab ada potensi penyalahgunaan ijin tinggal di wilayah DIY yang harus diawasi oleh instansi terkait bukan hanya oleh imigrasi saja. "Inilah alasannya mengapa ada sekretariat di kantor Imigrasi Yogyakarta,  untuk memudahkan koordinasi antar instansi dalam pengawasan, karena bagaimanapun kami tak bisa berjalan sendiri," katanya. Untuk melakukan pengawasan, Imigrasi juga melibatkan Korem 072 Pamungkas, Polda DIY, Dukcapil, kejaksaan dan juga bea cukai. "Kami tidak ingin DIY ternoda dengan adanya gangguan Kamtibmas yang disebabkan oleh warga asing ini," ujarnya. [152/L-8]
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

Kantor Imigrasi Malang Perketat Pengawasan Orang Asing

Humas, 20 April 2016
Selasa, 19 April 2016, 21:29 WIB Rep: Christiyaningsih/ Red: Achmad Syalaby REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Guna menertibkan izin tinggal warga negara asing, Kantor Imigrasi Kelas I Malang membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (PORA). Tim ini merupakan sinergi antara Kantor Imigrasi, BIN, Dinas Tenaga Kerja, Kepolisian, Dispendukcapil, serta lembaga-lembaga lain yang terkait untuk mengawasi izin tinggal WNA. Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Baskoro Dwi Prabowo menjelaskan serangkaian upaya dilakukan untuk menekan pelanggaran izin tinggal. Imigrasi mengintensifkan pengawasan dan menyeret pelanggar ke ranah pidana untuk menimbulkan efek jera. "Dulu WNA yang menyalahgunakan izin tinggal langsung dideportasi tetapi sekarang dijerat dengan pasal pidana dan diproses secara hukum," katanya pada Selasa (19/4) di Malang. Sedangkan bagi WNA yang overstay pihak imigrasi akan langsung mendeportasi tanpa pemidanaan. Sejauh ini Kantor Imigrasi Kelas I Malang belum pernah menemui  kasus WNA yang diproses secara pidana. Akan tetapi kantor yang membawahi Malang Raya, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo ini menyoroti wilayah yang rawan penyalahgunaan. Baskoro menyebut Pasuruan sebagai kantung WNA yang kerap menyalahgunakan izin tinggal. "Mereka rata-rata bekerja di perusahaan tambang pasir," imbuhnya. Tahun ini Kantor Imigrasi Kelas I Malang memperoleh alokasi dana DIPA APBN sebesar Rp 15 juta untuk mendeportasi WNA. Alokasi yang tergolong kecil ini, kata Baskoro, karena biaya deportasi dibebankan kepada WNA yang bersangkutan. Pihak imigrasi hanya akan membiayai deportasi jika WNA memiliki bukti tidak mampu secara finansial dari kedutaan besar. "Tahun lalu dari 46 kasus deportasi ada tiga kasus yang dibiayai imigrasi," ungkap Baskoro. Kepala Seksi Informasi Sarana Komunikasi Keimigrasian Hanifa Aryani mengungkapkan pemegang izin tinggal di bawah kantor Imigrasi Malang sejak Januari sampai 19 april 2016 tercatat 659 WNA. Mereka terdiri atas tenaga kerja asing, mahasiswa, dan pasutri beda kewarganegaraan. "Di Kota Malang warga negara asing didominasi oleh mahasiswa, mereka berasal dari Malaysia, Thailand, dan Timor Leste," kata Hanifa.
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

Laporan Perwakilan Imigrasi di Luar Negeri

Humas, 05 Agustus 2015
Laporan Perwakilan Imigrasi di Luar Negeri
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

Bebas Visa Kunjungan

Humas, 11 November 2015
BEBAS VISA
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

12 Warga Tiongkok Ditangkap Menambang Emas di Meulaboh

Humas, 09 Februari 2015
Jumat, 6 Februari 2015 | 15:46 WIB MEULABOH, KOMPAS.com - Tim pengawasan orang asing kator Imigrasi Kelas IIB Meulaboh menangkap 12 orang warga Negara Tiongkok yang sedang bekerja di lokasi tambang emas di Desa Tutut, Kecamatan Sungai Emas, Kabupaten Aceh Barat. “Mereka kita tangkap karena menyalah gunakan visa, 12 pekerja asing itu menggunakan visa kunjungan wisata atau kunjungan bisnis," jelas Yan F Marcos, kepala Kantor Imigrasi Kelas IIB Meulaboh, Jumat (6/2/2015). Menurut Yan F Marcos, 12 orang warga Tiongkok ini ditangkap dari dua lokasi tambang emas yang berbeda pada Sabtu (31/1/2015) lalu. Saat diperiksa, dokumen mereka hanya memiliki visa B-211 atau visa kunjungan wisata atau bisnis. "Pertama kita tangkap 3 orang dari lokasi tambang emas, kemudian 5 orang dari lokasi tambang selanjutnya. Saat kami periksa, mereka hanya memperlihatkan fotokopi visa B-211. Sementara 4 orang pekerja tambang warga Negara China lainnya diamankan petugas dari salah satu hotel di Kota Meulaboh," jelasnya. Masih kata Yan F Marcos, ke-12 orang perkeja tambang emas warga Tiongkok ini terbukti melanggar tindak pidana penyalahgunaan visa karena mereka dengan sengaja melakukan aktivitas pekerjaan yang tidak sesuai dengan izin tinggal yang mereka miliki.   “Mereka melanggar Undang-undang Keimigrasian Nomor 06 Tahun 2011 Pasal 122 disebutkan terancam pidana 5 tahun penjara atau denda maksimal 500 juta rupiah," jelas Yan. Kini, satu warga Tiongkok ditahan di ruang tahanan Kantor Imigrasi Kelas IIB Meulaboh, dan 11 orang lainnya di mess pekerja tambang dalam pengawasan ketat.
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)