Uncategorised

Over Stay, Dua Warga Asing Ditangkap

Humas, 12 Februari 2014
MATARAM-Dua orang warga asing berkebangsaan Amerika Serikat dan Malaysia, ditangkap petugas Imigrasi NTB. Warga asing ini ditangkap dan ditahan petugas karena melebihi masa izin tinggal (over stay). Warga Amerika Serikat, David Shanni, dan warga Malaysia, Noor Fazilawati binti Noordin, ditangkap petugas Imigrasi NTB atas alasan melanggar undang-undang keimigrasian. Dokumen keimigrasian dua warga negara asing ini kadaluwarsa. Paspor dan visa kunjungannya sebagai pelancong sudah melebihi waktu yang tertera. Bahkan David, sudah melampaui batas waktu masa izin tinggal hingga lima tahun. "Karena melanggar perundang-undangan keimigrasian, kedua warga negara asing ini kami tangkap," ujar Kepala Imigrasi NTB, Husni Thamrin di ruang kerjanya Rabu, (12/2). Kedua warga asing ini, lanjut Thamrin, terutama David, sudah diintai enam bulan lamanya. Dan baru tertangkap di kawasan Senggigi. Dan Noor Fazilawati berkebangsaan Malaysia, ditangkap di Mataram. Noor Fazilawati ditangkap bersama seorang anak perempuannya berusia anak-anak. "Keduanya akan segera dideportasi setelah kami mendapatkan tiket pemulangannya ke negara mereka masing-masing," tegas Husni Thamrin. Sementara itu, David, yang mendekam di ruang tahanan mengakui kesalahannya. Warga paman Sam ini mengaku tidak sempat mengurus dokumen keimigrasiannya karena sibuk dengan bisnisnya. David mengklaim dirinya memiliki sejumlah aset di Senggigi hingga tak sempat mengurus dokumen keimigrasiannya. David memiliki ijin tinggal terbatas di Lombok untuk kepentingan berwisata. Noor Fazilawati sendiri, dalam dokumennya terdaftar sebagai ibu rumah tangga. Namun dalam dokumennya terdaftar sebagai pelancong. Dua bulan lebih, warga Negeri Jiran ini dokumen keimigrasiannya dinilai melebihi waktu yang tertera. Atas alasan ini kemudian dua warga asing dewasa dan satu anak-anak ini ditangkap dan ditahan. (Mik) Sumber : http://www.portalentebe.com/2014/02/over-stay-dua-warga-asing-ditangkap.html  
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

Pemulangan Mandiri WNI 'Overstayer' Dibuka, 6.017 Sudah Dievakuasi

Humas, 05 Desember 2013
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah memulangkan 6.017 warga negara Indonesia (WNI) yang melebihi ijin tinggal (overstay) di Arab Saudi sementara 4.757 orang sisanya masih berada di Penampungan Imigrasi Shumaysi. Siaran pers dari Konsulat Jenderal RI Jeddah yang diterima Antara, Kamis, sebanyak 503 WNI Overstayer telah dipulangkan pada Rabu, 4 Desember 2013, dengan menggunakan pesawat khusus Saudi Air SV 3810 dari bandara King Abdul Azis pada pukul 20.00 waktu setempat. Rombongan tersebut terdiri dari 366 perempuan dewasa, 58 laki-laki dewasa dan 79 anak-anak. Dengan pemulangan ini, maka jumlah keseluruhan WNI Overstayers yang telah dipulangkan ke Indonesia sebanyak 6.017 orang. Sedangkan WNI Overstayer yang masih berada di Penampungan Imigrasi Shumaysi saat ini berjumlah 4.757 orang. Selain penerbangan khusus Saudia Airlines 19 WNI Overstayers dipulangkan dengan menggunakan penerbangan reguler Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV816, yang berangkat dari Jeddah pada pukul 21.30 Waktu Arab Saudi. Sesuai dengan komitmen Pemerintah Arab Saudi, proses pemulangan WNI Overstayers akan terus berlanjut dengan menargetkan pemulangan seluruh WNI Overstayers yang berada di Penampungan Imigrasi Shumaysi saat ini. KJRI Jeddah terus memberikan bantuan bagi proses pemulangan baik berupa transportasi pengangkutan WNI Overstayers dari Penampungan Imigrasi Shumaysi menuju Bandara King Abdul Aziz, konsumsi makanan, hingga bantuan tenaga staf KJRI sebanyak 10 orang di setiap pemulangan. Pemulangan WNI Overstayer tersebut sejalan dengan komitmen otoritas Arab Saudi, yang menyatakan terhitung sejak tanggal 1 Desember 2013, pihaknya akan menyediakan 16 pesawat khusus Saudia Airlines yang akan memulangkan WNI Overstayers yang saat ini berada di Penampungan Imigrasi Shumaysi, dengan jumlah kurang lebih 7200 orang. Sesuai dengan kebijakan yang diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi, maka fokus pemulangan WNI Overstayers yang telah berjalan selama ini adalah WNI Overstayers penghuni Penampungan Imigrasi Shumaysi. Sementara itu, saat ini pihak otoritas Arab Saudi juga telah membuka proses pemulangan secara mandiri bagi para Overstayers termasuk WNI Overstayers yang masuk ke Arab Saudi dengan menggunakan visa Umroh dan Haji. Tim KJRI Jeddah hingga saat ini terus melakukan pendampingan bagi proses pemulangan para WNI Overstayers eks Haji dan Umroh. Pihak Imigrasi Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan baru bagi para Overstayers termasuk WNI Overstayers yang masuk ke Arab Saudi dengan menggunakan visa Umroh/Haji, dimana WNI Overstayers ex Umrah/Haji dimaksud dapat langsung mengurus exit permit/ijin meninggalkan wilayah Arab Saudi di Imigrasi Shumaysi tanpa harus terlebih dahulu melalui proses penampungan di Tarhil Shumaysi. Setelah mendapatkan exit permit, para WNI Overstayers diminta untuk dapat segera meninggalkan Arab Saudi atas biaya sendiri. Dalam kaitan ini, KJRI Jeddah memfasilitasi dan membantu para WNI Overstayers ex Haji/Umroh dimaksud dengan menyediakan transportasi berupa bus, hingga pendampingan di dalam melakukan proses pengurusan exit permit di Imigrasi Shumaysi. Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/05/mxboym-pemulangan-mandiri-wni-overstayer-dibuka-6017-sudah-dievakuasi
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

Direktur Jenderal Imigrasi Turut Berpartisipasi dalam Kegiatan 68th CISM General Assembly and Congress 2013

Humas, 18 Juni 2013
Atas bantuan dan dukungan Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI pada acara General Assembly dan Kongres Dewan Olahraga Militer Internasional ke-68 (68th CISM General Assembly and Congress 2013) yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) pada tanggal 11 s.d. 18 Mei 2013,  Panglima TNI dan Ketua Dewan Pembina Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) mengucapkan terima kasih. Hal tersebut diungkapkan melalui surat Nomor B/2273-17/07/01/Set, tanggal 4 Juni 2013. Beliau berharap, bantuan dan dukungan Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI dapat menjadi langkah awal membangun kerjasama dalam meningkatkan citra Indonesia di forum militer internasional.
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

Paspor Dikembalikan, Manajer Timnas Bisa Ikut ke SEA Games

Humas, 05 Desember 2013
Metrotvnews.com, Jakarta: Manajer Tim Tenis Meja Indonesia Peter Layardi mengaku lega karena pencekalan terhadap dirinya sudah dicabut dan paspornya sudah dikembalikan. Ia menerima paspornya dari JAM Intel Kejaksaan Agung, Adjat Sudrajat, Selasa (3/12)"Saya lega karena paspor saya yang ditahan pihak Imigrasi sejak 15 November lalu sudah dikembalikan. Jadi, saya bisa mendampingi tim tenis meja Indonesia saat bertanding di SEA Games XXVII Myanmar 2013," kata Peter di Jakarta, Rabu (4/12).Paspor Peter ditahan pihak imigrasi ketika ia baru kembali dari Malaysia atas permintaan Kejaksaan Tinggi sehubungan dengan kasus pencemaran nama baik yang dituduhkan mantan Sekjen PB PTMSI Marina Warokka. Kini, kasusnya tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat."Saya berterima kasih kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Ketua KONI Pusat Tono Suratman dan Kejaksaan Agung yang telah membantu saya untuk bisa mendapatkan kembali paspor. Kini, saya bisa lebih konsentrasi mengemban tugas sebagai manajer tim tenis meja," kata Peter. (*) Editor: Irvan Sihombing
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

Tampung Aduan, Kepala Imigrasi Medan Pajang Nomor HP-nya di Kantor

Humas, 03 April 2013
Rabu, 03/04/2013 04:59 WIB Rina Atriana - detikNews Jakarta - Apa yang dilakukan Kepala Imigrasi Medan Kelas I Khusus Medan, Friement F. S. Aruan, mungkin bisa ditiru pejabat publik lain, untuk membuktikan seorang pejabat benar-benar mendengar keluhan masyarakat. Friement rela memajang nomor handphonenya di ruang pelayanan untuk optimalisasi penanganan jika diketahui adanya pengaduan."Dalam rangka optimalisasi penanganan pengaduan, saya menempel nomor handphone saya di ruang pelayanan dan dapat dihubungi jika merasa ada kesulitan dalam pengurusan perizinan keimigrasian," kata Friement, di kantornya, Jl Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/4/2013).Friement mengatakan selain memasang nomor handphonenya, untuk memudahkan pengurus perizinan, pihaknya juga mengirimkan sms verifikasi langsung kepada mereka yang paspornya sudah siap diambil."Kita mengirim sms ke mereka yang paspornya sudah selesai di urus," ujar Friement.Friement menambahkan, mereka yang di sms pun bisa memberi balasa ke pihak imigrasi. Hal tersebut agar dapat dijadikan acuan apakah publik sudah puas dengan kinerja imigrasi."Jawaban yang kita terima macam-macam, ada yang mengucapkan terima kasih ada juga yang memberi saran 'kenapa lama jadinya, lebih dari empat hari' dan yang lainnya," tambahnya.(rna/fjp)
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)