Uncategorised

Laporan Perwakilan Imigrasi di Luar Negeri

Humas, 05 Agustus 2015
Laporan Perwakilan Imigrasi di Luar Negeri
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

12 Warga Tiongkok Ditangkap Menambang Emas di Meulaboh

Humas, 09 Februari 2015
Jumat, 6 Februari 2015 | 15:46 WIB MEULABOH, KOMPAS.com - Tim pengawasan orang asing kator Imigrasi Kelas IIB Meulaboh menangkap 12 orang warga Negara Tiongkok yang sedang bekerja di lokasi tambang emas di Desa Tutut, Kecamatan Sungai Emas, Kabupaten Aceh Barat. “Mereka kita tangkap karena menyalah gunakan visa, 12 pekerja asing itu menggunakan visa kunjungan wisata atau kunjungan bisnis," jelas Yan F Marcos, kepala Kantor Imigrasi Kelas IIB Meulaboh, Jumat (6/2/2015). Menurut Yan F Marcos, 12 orang warga Tiongkok ini ditangkap dari dua lokasi tambang emas yang berbeda pada Sabtu (31/1/2015) lalu. Saat diperiksa, dokumen mereka hanya memiliki visa B-211 atau visa kunjungan wisata atau bisnis. "Pertama kita tangkap 3 orang dari lokasi tambang emas, kemudian 5 orang dari lokasi tambang selanjutnya. Saat kami periksa, mereka hanya memperlihatkan fotokopi visa B-211. Sementara 4 orang pekerja tambang warga Negara China lainnya diamankan petugas dari salah satu hotel di Kota Meulaboh," jelasnya. Masih kata Yan F Marcos, ke-12 orang perkeja tambang emas warga Tiongkok ini terbukti melanggar tindak pidana penyalahgunaan visa karena mereka dengan sengaja melakukan aktivitas pekerjaan yang tidak sesuai dengan izin tinggal yang mereka miliki.   “Mereka melanggar Undang-undang Keimigrasian Nomor 06 Tahun 2011 Pasal 122 disebutkan terancam pidana 5 tahun penjara atau denda maksimal 500 juta rupiah," jelas Yan. Kini, satu warga Tiongkok ditahan di ruang tahanan Kantor Imigrasi Kelas IIB Meulaboh, dan 11 orang lainnya di mess pekerja tambang dalam pengawasan ketat.
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

SOSIALIASI PENERAPAN BIAYA BEBAN DI IMIGRASI SOEKARNO HATTA

Humas, 27 November 2014
 Jakarta (26/11), Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta mensosialisasikan penerapan biaya beban alat angkut ke penanggung jawab alat angkut hari ini (26/11) di Hotel Sheraton Bandara. Dibuka secara resmi oleh Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, sosialisasi ini diikuti oleh unsur – unsur CIQ Bandara, Angkasa Pura II dan stake holder bandara khususnya airlines yang beroperasi di Soekarno Hatta. Dalam pidato pembukaannya Plt. Direktur Jenderal Imigrasi menegaskan keharusan pengenaan biaya angkut merupakan amanat Undang – Undang nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian dikaitkan dengan penerapan PP 45 Tahun 2014 Tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Hukum dan HAM. Sosialiasi ini dibuat dalam bentuk panel dengan narasumber Kepala Sub Direktorat Surat Perjalanan TKI dan Kepala Sub Direktorat Penyidikan Keimigrasian. Masing – masing Kepala Sub Bidang tersebut memaparkan kewajiban alat angkut dari perspektif Undang – Undang nomor 6 serta PP 31 Tahun 2013 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang – Undang nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Poin yang ditekankan oleh kedua narasumber adalah kewajiban penanggung jawab alat angkut untuk menginformasikan kedatangan pesawat / alat angkut beberapa jam sebelumnya jika alat angkut tersebut bersifat regular dan memastikan dokumen perjalanan beserta ijin masuk sesuai dengan ketentuan di Indonesia. Hal ini berkenaan dengan ketentuan di Undang – Undang nomor 6 maupun ketentuan di umum Annex IX yang mengikat semua negara dalam ICAO karena seseorang yang ditolak masuk akan menjadi tanggung jawab alat angkut untuk membawa kembali ke bandara atau pelabuhan dimana orang tersebut diberangkatkan. Efektifitas kegiatan ini diperbesar dengan dibukanya sesi tanya jawab. Pihak airlines sebagai stake holder yang bersinggungan secara langsung dengan imigrasi maupun unsur CIQ lainnya menyakan teknis penerapan peraturan keimigrasian atas kemungkinan – kemungkinan yang terjadi jika seseorang ditolak masuk di Indonesia, seperti ketersediaan ruang detensi yang memadai khususnya di Bandara serta keharusan pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Imigrasi mensosialisasikan aturan ini ke dalam situs resmi IATA. Kesemua pertanyaan dijawab secara marathon oleh para narasumber dan Plh. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta yang sekaligus menutup kegiatan sosialisasi ini.
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

PEMBERLAKUAN PASPOR DESIGN BARU

Humas, 05 Desember 2014
Direktorat Jenderal Imigrasi secara bertahap menerbitkan paspor disain baru yang diperkenalkan pertama kali pada HUT Imigrasi ke 64, 26 Januari lalu. Paspor ini secara berangsur – angsur menggantikan paspor disain lama. Terdapat beberapa perubahan disain pada paspor baru seperti : sampul depan           paspor RI disain baru berwarna hijau muda kebiru–biruan (toscha) dengan logo garuda keemasan. Tulisan             REPUBLIK INDONESIA berada di atas logo garuda emas yang terletak ditengah sampul paspor;      2.  halaman identitas           halaman identitas pada paspor RI disain baru menempatkan kolom jenis kelamin (sex) pada ditengah kolom,           yaitu antara TGL. LAHIR / DATE OF BIRTH dan TEMPAT LAHIR / PLACE OF BIRTH;      3.  fitur pada lembar halaman paspor           Paspor RI disain baru menampilkan fitur – fitur keanekaragaman budaya dan hayati yang dimiliki bangsa                 Indonesia seperti Wayang, Angklung, Bekantan dll, yang secara kasat mata terlihat jelas;      4.  kolom tanda tangan pemegang paspor (signature of the bearer)           Kolom tanda tangan pemegang paspor pada paspor RI disain baru terletak pada halaman 48 (empat puluh             delapan);      5.  biaya           Pengenaan biaya untuk paspor RI disain baru adalah sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) untuk               blangko paspor sebagaimana diatur dalam PP nomor 45 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis                   Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.                                                                                                       An. Kepala Bagian Human dan Tata Usaha                                                                                                   Kepala Sub Bagian Humas                                                                                                     Yan Wely Wiguna                                                                                                           NIP. 19721101 199903 1 001
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

Over Stay, Dua Warga Asing Ditangkap

Humas, 12 Februari 2014
MATARAM-Dua orang warga asing berkebangsaan Amerika Serikat dan Malaysia, ditangkap petugas Imigrasi NTB. Warga asing ini ditangkap dan ditahan petugas karena melebihi masa izin tinggal (over stay). Warga Amerika Serikat, David Shanni, dan warga Malaysia, Noor Fazilawati binti Noordin, ditangkap petugas Imigrasi NTB atas alasan melanggar undang-undang keimigrasian. Dokumen keimigrasian dua warga negara asing ini kadaluwarsa. Paspor dan visa kunjungannya sebagai pelancong sudah melebihi waktu yang tertera. Bahkan David, sudah melampaui batas waktu masa izin tinggal hingga lima tahun. "Karena melanggar perundang-undangan keimigrasian, kedua warga negara asing ini kami tangkap," ujar Kepala Imigrasi NTB, Husni Thamrin di ruang kerjanya Rabu, (12/2). Kedua warga asing ini, lanjut Thamrin, terutama David, sudah diintai enam bulan lamanya. Dan baru tertangkap di kawasan Senggigi. Dan Noor Fazilawati berkebangsaan Malaysia, ditangkap di Mataram. Noor Fazilawati ditangkap bersama seorang anak perempuannya berusia anak-anak. "Keduanya akan segera dideportasi setelah kami mendapatkan tiket pemulangannya ke negara mereka masing-masing," tegas Husni Thamrin. Sementara itu, David, yang mendekam di ruang tahanan mengakui kesalahannya. Warga paman Sam ini mengaku tidak sempat mengurus dokumen keimigrasiannya karena sibuk dengan bisnisnya. David mengklaim dirinya memiliki sejumlah aset di Senggigi hingga tak sempat mengurus dokumen keimigrasiannya. David memiliki ijin tinggal terbatas di Lombok untuk kepentingan berwisata. Noor Fazilawati sendiri, dalam dokumennya terdaftar sebagai ibu rumah tangga. Namun dalam dokumennya terdaftar sebagai pelancong. Dua bulan lebih, warga Negeri Jiran ini dokumen keimigrasiannya dinilai melebihi waktu yang tertera. Atas alasan ini kemudian dua warga asing dewasa dan satu anak-anak ini ditangkap dan ditahan. (Mik) Sumber : http://www.portalentebe.com/2014/02/over-stay-dua-warga-asing-ditangkap.html  
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)