Bhakti Imigrasi untuk Negeri

Bhakti Imigrasi untuk Negeri

 

 

 

JAKARTA – Sabtu, 26 Januari 2019 Direktorat Jenderal Imigrasi genap berusia 69 tahun. Di usia yang terbilang matang sebagai organisasi pemerintah, Imigrasi telah bertransformasi. Dimulai dengan penerapan layanan paspor berbasis biometrik di tahun 2006, disusul penerapan Enhanced Cekal System (ECS), Border Control Management (BCM), Paspor Elektronik, Visa Online, Aplikasi Pelaporan Orang Asing, KITAS elektronik, Izin Tinggal Online hingga Aplikasi Pengajuan Antrian Paspor Online (APAPO) versi 2.0 .

Selama satu tahun terakhir, telah dilakukan perluasan pemberian paspor elektronik di 18 Kantor Imigrasi, penyederhanaan perizinan bagi TKA dalam bentuk layanan One Single Submission – bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja -; Imigrasi juga telah berhasil menekan angka pelanggaran keimigrasian sebesar 47% dibanding tahun sebelumnya.

Dalam fungsi keamanan negara, telah dilaksanakan implementasi sistem pengawasan menggunakan QR Code pada lima Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Dan yang tak kalah membanggakan, empat Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Ditjen Imigrasi mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi, sebagai upaya  perubahan untuk mewujudkan kepastian hukum.

Dari sisi kelembagaan, telah dibentuk 125 Kantor Imigrasi, 18 unit Layanan Paspor serta 12 Unit Kerja Keimigrasian.

Di hari jadinya yang ke-69, Imigrasi mengusung tema “Imigrasi Pasti Aktual” dengan harapan seluruh jajaran keimigrasian dapat Aktif, Kreatif, Tangguh, Unggul, Amanah Dan Logis dalam menjalankan tugas dan fungsi sehari-hari.

 

 

 

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)
Gemar Bola 1
Gemar Bola 2
Gemar Bola 3
Gemar Bola 4