Selama 2014, Imigrasi Sumbang Rp 2,8 Triliun Pendapatan Negara

Jakarta (31/12) – Direktorat Jenderal Imigrasi berupaya semaksimal mungkin menjalankan trifungsi imigrasi sebagai aparatur pelayanan masyarakat, pengamanan negara dan penegakan hukum keimigrasian, serta sebagai fasilitator ekonomi nasional. Capaian Direktorat Jenderal Imigrasi sepanjang Tahun 2014 di antaranya;

  1. Sampai dengan tanggal 19 Desember 2014, tercatat Rp. 2.810.963.971.178,-  jumlah Pendapatan Negara Bukan Pajak yang berhasil disumbangkan Imigrasi kepada negara. Jumlah ini meningkat sebesar Rp. 997.637.684.778,- atau 55% dari tahun 2013;
  2. Di Bidang Pelayanan Izin Tinggal, Imigrasi telah memberikan 1.028 Izin Tinggal Kunjungan, 22.013 Izin Tinggal terbatas dan 928 Izin Tinggal Tetap. Selain itu, di tahun 2014 diterbitkan Surat Edaran tentang Penghentian Penangguhan Izin Tinggal dan Pemberlakuan Perpanjangan Izin inggal Tetap untuk Jangka Waktu Tidak Terbatas serta Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 27 Tahun 2014 tentang Prosedur Teknis penerbitan/penolakan izin tinggal keimigrasian;
  3. Di bidang pelayanan Surat Perjalanan Republik Indonesia, sepanjang 2014 Imigrasi menerbitkan 234.712 Paspor 24 Halaman, 2.486.290 Paspor 48 halaman dan 34.711 elektronik paspor 48 halaman. Selain itu pada awal Juli 2014, terbit Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2014 yang mengatur Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak. Termasuk di dalamnya penyesuaian tarif layanan keimigrasian; Peraturan Menteri Hukum dan HAM No.8 Tahun 2014 tentang Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor serta perumusan Standard Operating Procedure Sistem Pelayanan Paspor Terpadu; Immigration on Board; serta Pengecekan Penjamin untuk persetujuan penerbitan visa;
  4. Dalam fungsi pengamanan negara, telah dilakukan pemeriksaan Keimigrasian di 47 (empat puluh tujuh) Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI)seluruh Indonesia baik Bandar Udara, Pelabuhan Internasional, Pos Lintas Batas (PLB) kepada 17.849.217 Warga Negara Asing dan 33.675.996 Warga Negara Indonesia (WNI);
  5. Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan penegakkan hukum keimigrasian kurun waktu Januari sampai dengan November 2014 telah melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian, khususnya pendeportasian Warga Negara Asing. Sebanyak 10.831 WNA dikenakan tindakan administratif oleh Kantor Imigrasi, dan sisanya sebanyak 1.984 WNA ditindak oleh Ditjen Imigrasi sehingga total WNA yang dikenakan  Tindakan Administratif Keimigrasiansebanyak 12.815 orang;
  6. Imigran Ilegal yang berada di Rumah Detensi (Rudenim Tanjung Pinang, Surabaya, Semarang, Pontianak, Pekanbaru, Medan, Manado, Makassar, Kupang, Jayapura, Jakarta, Denpasar, Balikpapan), serta Ruang Detensi pada Kantor dan Ditjen Imigrasi sebanyak 5.257 Orang. Jumlah tersebut belum termasuk Imigran Ilegal yang ditempatkan di Community House sejumlah 4090 Orang. Sehingga total Imigran ilegal yang berada di di wilayah Indonesia saat ini sebanyak 9.347 Orang. Terjadi peningkatan sebanyak 4.946 orang atau 112% dari tahun 2013.

Di tahun 2015, resolusi Ditjen Imigrasi adalah peningkatan kualitas pelayanan keimigrasian tanpa mengabaikan aspek pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi pembangunan ekonomi negara.

 

Kepala Bagian Humas dan TU

 

t.t.d

 

Heriyanto SE., SH., M.Si

NIP.19600129 198503 1001

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)