WNI di AS diminta tetap tenang hadapi aturan imigrasi baru Trump

Merdeka.com - Terbitnya perintah eksekutif baru yang mengatur masalah keimigrasian tak hanya menimbulkan keresahan bagi enam negara mayoritas Muslim yang dilarang masuk ke Amerika Serikat (AS), tetapi juga warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini sedang berada di Negeri Paman Sam.

Menghadapi kebijakan imigrasi terbaru AS, Konsul Jenderal (Konjen) RI di Chicago, Rosmalawati Chalid, meminta semua WNI tetap tenang serta menghormati peraturan dan menjaga ketertiban umum. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan WNI yang bermukim di Lexington, Kentucky, demikian rilis resmi dari KJRI Chicago yang diterima merdeka.com, Kamis (9/3).

Lexington menjadi kota keempat setelah Ann Arbor (Michigan), Minneapolis (Minnesota) dan Franklin (Ohio) yang dikunjungi Konsul Jenderal Rosmalawati dalam tiga minggu terakhir. Di setiap kota, KJRI Chicago, bekerja sama dengan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat dan Diaspora Indonesia, melaksanakan kegiatan Temu Masyarakat Indonesia.

Dalam setiap kunjungannya, Konjen mengimbau WNI di AS dapat melengkapi dan memperbarui dokumen keimigrasian. "Kelengkapan dokumen penting guna meminimalisir potensi timbulnya masalah akibat perubahan kebijakan imigrasi Amerika Serikat," pintanya.

Untuk memudahkan masyarakat Indonesia dalam melakukan update dokumen kekonsuleran, KJRI Chicago juga memberikan pelayanan Warung Konsuler dalam setiap kegiatan Temu Masyarakat Indonesia. Puluhan WNI juga memanfaatkan kegiatan Warung Konsuler untuk berkonsultasi mengenai masalah keimigrasian yang menimpanya.

"Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan untuk mendekatkan WNI dengan KJRI. Selama ini, banyak WNI tidak berani datang atau berkomunikasi dengan KJRI, karena merasa melakukan kesalahan di bidang imigrasi. Padahal, apapun masalahnya, KJRI siap untuk berikan bantuan dan perlindungan. Nomor hotline kami selalu aktif 24/7."

Perlindungan WNI merupakan prioritas utama semua perwakilan RI di luar negeri, termasuk KJRI Chicago. Saat ini, terdapat lebih dari 10.000 masyarakat Indonesia yang bermukim di wilayah akreditasi KJRI Chicago. Sebagian besar di antaranya adalah mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai sekolah, universitas maupun institusi pendidikan lainnya.

Guna mendapatkan manfaat yang lebih maksimal, KJRI Chicago bekerjasama dengan Diaspora Indonesia di Ohio, juga menghadirkan pengacara keimigrasian dalam kegiatan Temu Masyarakat Indonesia.

Pembahasan difokuskan pada langkah-langkah yang harus dilakukan apabila berhadapan dengan petugas imigrasi Amerika Serikat antara lain berhati-hati ketika menerima surat penggeledahan (warrant search) dari imigrasi, hak untuk menolak penggeledahan tanpa adanya surat perintah hakim dan hak untuk menghubungi pengacara. [tyo]

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)