Empat Warga Negara Ukraina Terpaksa Digelandang ke Imigrasi, Ini Sebabnya

RAKYATSULSEL.COM – Empat warga negara Ukraina terpaksa diamankan petugas Imigrasi kelas III, Pamekasan, Senin (8/5). Pasalnya, mereka berempat tidak mengantongi ijin kerja, namun malah bekerja di salah satu pabrik batok kelapa ekspor di Desa Lobuk, Kecamatan Bloto, Sumenep. Keempat warga Ukraina itu, Shypuk, 52; Bondarenko, 35; Korolov, 24; dan Shekhovtsov, 31. Seluruhnya adalah warga Ukraina.

Menurut Kasubsi Insarkom dan Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas III Pamekasan Redi Restuanto, empat WNA tersebut masuk dan bekerja di Madura dengan bebas visa. Hal itu melanggar pasal 122 huruf d, UU Keimigrasian. ”Bebas visa harusnya hanya dapat digunakan untuk liburan. Kalau bekerja, mereka harus pakai visa kerja,” ungkap Redi. Dia menjelaskan, empat WNA tersebut ditangkap Senin siang (8/5).

Pada saat diperiksa, mereka tidak bisa menunjukkan dokumen tenaga kerja asing saat diminta petugas imigrasi. Petugas lantas membawa keempat WNA ke kantor imigrasi di Pamekasan untuk diperiksa lebih lanjut. Kepada petugas imigrasi, mereka mengaku visa dibawa oleh penjamin yang berada di Kota Surabaya.

Menurut keterangan para WNA, penjamin bernama Havas Usbec, warga Negara Uzbekistan. Pukul 11.00, Havas datang ke kantor imigrasi di Pamekasan untuk membawa visa empat WNA tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan, petugas mendapati empat WNA itu memakai bebas visa. ”Ada dua pelanggaran yang dilakukan empat WNA itu,” ungkapnya. ”Pertama, tidak bisa menunjukkan identitas. Kedua, dan ini yang paling fatal, mereka bekerja dengan bebas visa,” tegas Redi.

Selanjutnya, Redi menunggu keputusan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk penanganan WNA tersebut. ”Kalau memang akan dibawa ke Direktorat Jenderal Imigrasi untuk diselesaikan, tidak apa-apa. Tapi kalau permasalahan ini diserahkan kepada kami, akan kami bawa ke meja hijau,” tegas Redi. Berdasar peraturan yang dilanggar, empat WNA itu terancam hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)