Kantor Imigrasi Bakal Ada di Bungo

 

  
128
 
0
 
 
Bupati Bungo Mashuri dan rombongan usai presentasi dengan Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie kemarin. Hal itu berkaitan usulan pembangunan kantor Imigrasi di Bungo.

MUARABUNGO – Bupati Bungo H Mashuri membawa sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) ke Jakarta. Dalam rombongan tersebut juga ada anggota DPRD Bungo. Namun tidak banyak. Hanya tiga orang. Mereka adalah Hendri Novriza, Yahya, dan Z Arifin

Informasi menyebutkan ada misi penting yang diusung bupati bersama rombongannya ke Jakarta. Yaitu memastikan usulan pembangunan Kantor Imigrasi di Kabupaten Bungo bisa dikabulkan Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) Kemenkum HAM.

Bagaimana hasilnya? Menurut Mashuri, usulan yang disampaikan Pemkab Bungo mendapat respon positif. Kepastian itu diperoleh setelah mereka melakukan presentasi (pemaparan) secara langsung terkait usulan pembangunan kantor Imigrasi itu. Presentasi itu dihadapan langsung Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie dan para direktur Keimigrasian yang lainnya seperti Direktur Pengawasan dan Penindakan,

Dir Kerjasama, Dir Intelegen Keimigrasian, Dir Lalulintas Keimigrasian, dan para kepala bagian. Semua yang hadir begitu antusias mendengar pemaparan Hamas.

Menurut Bambang Palasara, Kakanwil Kemenkumham Jambi, kesempatan yang didapatkan Bupati Mashuri bersama rombongannya sangat langka. Mereka juga mendapat penghargaan tinggi dari Ditjen Imigrasi.

“Pak Dirjen sangat sibuk. Tapi, untuk mendengar pemaparan Pak Bupati Bungo beliau hadir langsung. Bahkan membawa para direktur dan kabag. Ini adalah sebuah kehormatan,” kata Bambang Palasara, mengawali pertemuan yang dilakukan di Kantor Ditjen Imigrasi Jakarta itu.

“Kami sudah bertemu beberapa kali. Saat ini kita minta Pak Dirjen berkenan memberi kesempatan bagi Pemkab Bungo membuka kantor imigrasi. Pemkab Bungo juga sudah menunjukkan keseriusan dan komitmennya,” imbuh Bambang.

Ia menambahkan, Pemkab Bungo diminta untuk menyiapkan sumber daya manusia yang handal apabila kantor imigrasi sudah berdiri.

“SDM-nya harus yang prima untuk pelayanan yang prima,” ujarnya lagi.

Sementara Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie mengatakan, saat ini kantor Imigrasi yang ada belum sesuai dengan jumlah penduduk kabupaten/kota. Dari 500-an kabupaten/kota, baru ada 125 kantor imigrasi.

“Kalau kepolisian kan tiap kabupaten kota sudah ada. Tapi di kita, separuh saja belum ada dari total kabupaten kota yang ada. Memang sangat kurang,” kata mantan Kapolda Bali itu.

Kendala pembangunan kantor imigrasi, sebutnya, berada pada ketersediaan anggaran. Saat ini, dengan tak adanya anggaran, imigrasi terpaksa berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk pembangunan.

“Karena itu kami setiap ketemu bupati atau anggota DPRD ketika ada kebutuhan pembangunan kantor imigrasi, kita kolaborasi. Kita gunakan APBD untuk mendukung kegiatan instansi vertikal,” katanya.

“Memang mesti ada lahan. Bahkan untuk perangkat kerasnya terbilang mahal. Server dan intalasinya itu bisa sampai Rp 2 miliar, mesti kolaborasi. Kalau tidak ada dukungan pemda, 2017 agak susah,” tuturnya.

Ronny menyatakan sangat pemaparan yang disampaikan Bupati Bungo. “Kantor sudah disiapkan. Termasuk lahannya. DPRD juga akan menganggarkan pengadaan server. Ya, sudah, nanti habis lebaran kita buat MoU. Nanti biar diurus direktur-direktur disini. Tukar nomor hape saja, nanti biar cepat dilakukan,” tukasnya.

Hendri Novriza yang mewakili pimpinan DPRD Bungo mengaku sangat dihargai. Karena Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie mau bertatap muka dan mendengarkan pemaparan dari Pemkab Bungo.

“Untuk pengadaan server, kita akan bicarakan dengan TPAD eksekutif agar nanti dianggarkan. Kita setuju, apa yang disampaikan Bupati tadi dan sudah sangat jelas. Kmi mendukung lahir dan batin,” tutur politisi PAN itu.

“Kami memberikan dukungan penuh, baik sisi politis maupun anggaran,” imbuhnya lagi.

Sementara dalam presentasinya, Hamas menjelaskan detail tentang geografis Bungo. Termasuk membeberkan apa saja kesiapan Bungo untuk menyongsong pembangunan kantor imigrasi.

“Lahan kita siapkan. Pak Dirjen tadi bilang minimal 500 meter persegi, tapi sudah kita siapkan 1 hektar dipinggir jalan lintas Sumatera. Rumah dinas, kantor sementara bahkan SDM kita siapkan. Alhamdulilah responnya pak Dirjen sangat baik. Kita sama-sama dengar tadi di dalam,” ujar H Mashuri usai melakukan presentasi.

Terlihat mendampingi Hamas, ada Asisten I Setda Bungo, Plt Kepala Bappeda, Plt Kadis Perhubungan, Plt Kepala BKPSDM, plt Inspektur Bungo, perwakilan Kantor Kemenag Bungo, dan sejumlah pejabat lainnya. Presentasi sendiri dimulai pukul 14:00 Wib dan selesai satu setengah jam berikutnya.(frs/dar)

 

 
 
 
 
 

 

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)