Hi, How Can We Help You?
  • Informasi Kebijakan Keimigrasian selama pandemi Covid-19 dapat dilihat di sini

FAQ – Antrean Paspor Online

FAQ

Terhitung Senin, 21 januari 2019,  Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan soft launching Aplikasi Pendaftaran Antrean Permohonan Paspor secara online (APAPO) versi terbaru untuk kantor imigrasi di seluruh Indonesia. Jika sebelumnya ada Kantor Imigrasi yang memberlakukan pengambilan antrean via whatsapp maupun aplikasi antrean mandiri, saat ini hal tersebut sudah tidak berlaku. Seluruh Kantor Imigrasi, Unit Layanan Paspor dan Mall Pelayanan Publik secara serentak menggunakan Aplikasi Pendaftaran Antrean Permohonan Paspor secara online (APAPO). APAPO versi 2.0 merupakan pembaharuan dari versi pendahulunya, dan dapat diakses pada tautan: https://antrian.imigrasi.go.id/Layanan/ untuk versi web, serta diunduh di playstore untuk smartphone berbasis android dan IOS dengan nama “Layanan Paspor Online” (background merah). Perbedaan dengan APAPO versi 1.0 di antaranya adalah tidak menggunakan metode verifikasi email; pengguna bisa menentukan jam kedatangan; serta pendeteksian satu perangkat untuk satu akun. Yang patut diperhatikan adalah pengguna yang sudah memiliki akun di APAPO versi 1.0 tetap harus membuat akun yang baru di APAPO versi 2.0. dengan menggunakan akun google/facebook.

Aplikasi Layanan Paspor Online (APAPO) dapat di akses melalu website pada tautan: https://antrian.imigrasi.go.id/Layanan/ untuk versi web, serta diunduh di playstore untuk smartphone berbasis android dengan nama “Layanan Paspor Online” (background merah). Aplikasi APAPO saat ini sudah tersedia juga di AppleStore

Cara menggunakan Aplikasi Layanan Paspor Online (APAPO) yaitu persiapkan semua persyaratan yang diperlukan. Saat membuka aplikasi centang bagian persetujuan, kemudian tekan “Konfirmasi”, lau tekan “Daftar Sekarang” untuk pembuatan akun jika belum mempunyai akun di Aplikasi Layanan Paspor Online (APAPO) (untuk satu akun dapat digunakan untuk mendaftarkan 5 pemohon sekaligus), lalu isi Semua Data Yang Diperlukan, masuk Ke Halaman Utama Aplikasi Layanan Paspor Online (APAPO), pilih Kantor Imigrasi Yang Sesuai Dengan Domisili, Isi Data Jumlah Pemohon Dan Tanggal Kedatangan Di Aplikasi Layanan Paspor Online (APAPO),Lalu pemohon mendapatkan nomor kode booking antrian.

Versi terbaru dari aplikasi antrian paspor online telah menggunakan akun gmail/facebook pengguna untuk melakukan sign-in, sehingga meminimalisir kemungkinan lupa username/password. Kami sarankan untuk log in pada antrian paspor versi saat ini dengan menggunakan akun gmail/facebook Anda. Periksa kembali apakah anda sudah mengguna aplikasi terbaru kami.

Pemohon dapat mengirimkan detail permasalahan (capture aplikasi) melalui pendaftaran.paspor@gmail.com dengan subject : #KendalaAPAPOV2 untuk kami dapat bantu penyelesaian lebih lanjut.

Silakan menghungi kantor imigrasi terdekat untuk perbaikan data pada akun APAPO

Untuk mencegah duplikasi NIK, Ditjen Imigrasi menggunakan format NIK Dari Ditjen Dukcapil Kementerian dalam negeri, namun pada prakteknya format NIK yang ada tidak selalu sesuai format tersebut.Kami arahkan untuk menyesuaikan tanggal lahir sesuai format NIK (terlampir) untuk kemudian direvisi pada saat datang ke kantor imigrasi, atau dialihkan ke jalur manual (mohon informasikan nama lengkap, NIK dan kanim tujuan).

Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang anda alami. Kami akui akhir-akhir ini permintaan untuk permohonan paspor cukup tinggi, kami pun sedang dalam usaha pengembangan sistem agar aplikasi antrean paspor dapat mengakomodir semua kebutuhan masyarakat. Perlu kami informasikan bahwa pembukaan kuota melalui antrean paspor online disepakati akan dibuka secara serentak oleh 33 Kanwil Kementerian Hukum dan HAM di seluruh Indonesia setiap Jumat mulai dari pukul 14.00 waktu setempat hingga minggu jam 16.00 waktu setempat. Apabila terjadi keterlambatan, mohon memantau akun antrean online Anda secara berkala untuk melihat update dari ketersediaan kapasitas antrean dari Kantor Imigrasi yang Anda tuju melalui media sosial kami.

Silahkan melanjutkan antrean permohonan paspor anda. namun, ketika anda datang ke kantor imigrasi segera infokan kepada petugas bahwa anda sebenarnya mengajukan penggantian paspor atau pembuatan baru agar pilihan paspor anda dapat direvisi oleh petugas.

Untuk mencegah duplikasi NIK, Ditjen Imigrasi menggunakan format NIK Dari Ditjen Dukcapil Kementerian dalam negeri, namun pada prakteknya format NIK yang ada tidak selalu sesuai format tersebut.Kami arahkan anda untuk menyesuaikan tanggal lahir sesuai format NIK (terlampir) untuk kemudian direvisi pada saat datang ke kantor Imigrasi.

Pemilihan Jadwal kedatangan (digunakan atau dibatalkan) akan berimplikasi pada pembekuan akun antrian selama 30 hari dan mengurangi kuota permohonan antrian.

Silakan ajukan kembali setelah 30 hari.

Atau, Anda dapat meminta salah satu kerabat yang masih 1 KK (walaupun ybs tidak memiliki rencana membuat paspor dalam waktu dekat) untuk membuat akun antrian paspor, mengubah jumlah nomor antrean sesuai dengan kebutuhan, pemilik akun secara otomatis akan menjadi pemohon pertama,  kemudian masukkan nama Anda sebagai pemohon berikutnya.