Hi, How Can We Help You?
  • Informasi Kebijakan Keimigrasian selama pandemi Covid-19 dapat dilihat di sini

Blog

Juli 24, 2020

Coronavirus Mengubah Bentuk Hierarki Lama : Siapa Dapat Melancong Kemana (Bagian 2)

Kekuatan Paspor


Semua negara menerbitkan paspor, namun tidak semuanya setara. Dalam kondisi yang lebih baik, sebuah paspor Amerika Serikat dapat masuk ke lebih dari 1115 negara dengan bebas visa, dengan pilihan visa pada saat kedatangan lebih dari 50 negara lain. Beberapa negara kaya, terutama di Eropa, dapat bergerak lebih bebas. Warga negara negara di zona Schengen dapat melintasi perbatasan tanpa pikir panjang.

Di sisi yang lain, contohnya, pemegang paspor Afghanistan harus mengajukan permohonan visa sebelumnya untuk melakukan perjalanan di luar Afghanistan. Ini selalu merupakan sistem yang tidak setara.

Banyak keuntungan yang terkait dengan paspor yang dinilai tinggi yang akan tahan menghadapi kriris, para ahli mengungkapkan. Peraturan visa, contohnya, sering didasari oleh kerja sama diplomatic jangka panjang dan kepentingan perdagangan, kata Paddy Blewer dari Henley & Partners, konsultan asal Inggris yang memberikan saran terkait kewarganegaraan dan kependudukan. Sebagian besar negara tidak tertarik untuk menutup kesempatan bisnis dengan kemudahan melakukan perjalanan dari dan ke negara – negara kaya seperti Amerika Serikat. Dan perubahan peraturan untuk anggota zona Schengan dapat menjadi proses yang rumit, ujar Guevara Manzo.

Tetapi pandemik telah mengubah hierarki paspor pada umumnya dalam beberapa hal. Yang pertama masing – masing negara di Uni Eropa telah memutuskan siapa yang dapat masuk berdasarkan kekhawatiran coronavirus tidak hanya visa. Oleh karena itu Yunani memberikan rintangan bagi pelancong yang dating dari Perancis dan Inggris, namun siap menyambut pelancong di luar zona Schengen, termasuk Bulgaria dan Lebanon.

Beberapa orang yang kaya dan berkuasa, yang telah lama mencari paspor kedua, telah mencatat perubahan karena virus ini.

 Berdasarkan Henley & Partners, klien yang kaya mencoba untuk mendapatkan kewarganegaraan kedua pada negara yang memberikan akses dan sumber daya yang terbaik untuk mereka – beberapa saat ini mempertimbangkan penanganan coronavirus dan kesiapan pandemik secara umum sebagai salah satu kriteria.

“Mereka mengatakan kepada kami mereka saat ini mempertimbangkan membangun basis yang lain di tempat yang lebih aman.” kata Blewer, direktur public relation.

Henley & Partners melihat terdapat 42 persen kenaikan klien yang mencari paspor baru sejak akhir 2019 sampai dengan awal 2020, menurut Blewer. Coronavirus diduga adalah pendorongnya, katanya.

Blewer menolak untuk memberikan daftar negara di mana kliennya berharap untuk mendapatkan kewarganegaraan namun menjelaskan beberapa tren secara umum; paspor Australia telah menarik perhatian klien di Afrika Selatan dan Asia sedangan Cyprus dan malta menarik minat orang yang ingin akses cepat dari Eropa dan Swiss dikarenakan akses kesehatan yang berkualitas tinggi.

Henley & Partners telah membuat indeks paspor yang memberikan peringkat paspor berdasarkan kebebasan melakukan perjalanan. Coronavirus mungkin telah mengubah sistem untuk saat ini, namun belum tertulis di peringkat yang diupdate oleh Henly & Partners yang didasari oleh kondisi “masa damai, kata Blewer.

Bersambung pada Bagian 3

Sumber : Washington Post

Penerjemah : Arum Apriliyana

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*