Hi, How Can We Help You?
  • Informasi Kebijakan Keimigrasian selama pandemi Covid-19 dapat dilihat di sini

Blog

Juli 24, 2020

Coronavirus Mengubah Bentuk Hierarki Lama : Siapa Dapat Melancong Kemana (Bagian 3)

Koridor Perjalanan

Mengesampingkan hak istimewa paspor, banyak negara sejak Maret telah memberlakukan pelarangan masuk untuk semua kecuali perjalanan penting atau mengharuskan karantina bagi pelancong. Amerika Serikat melarang masuk yang bukan warga negara Amerika Serikat atau penduduk yang baru berada di China, Iran, Inggris, Irlandia, Zona Schengen Eropa dan Brazil. Negara Uni Eropa telah menutup perbatasan mereka.

Tapi ketika negara – negara membuka ekonomi mereka kembali, tekanan finansial dan sosial meningkat agar perbatasan juga dibuka.

Pada negara yang telah mengendalikan pandemi, koridor perjalanan atau gelembung dapat menjadi opsi yang dipertimbangkan. Idenya adalah untuk mengubah kesepakatan perjalanan di antara beberapa negara untuk membuat virus tetap di luar dan mencegahnya menyebar dari wilayah yang terdampak besar ke wilayah yang relatif tak tersentuh.

Australia dan Selandia baru yang telah mengendalikan wabah mempertimbangkan koridor perjalanan. Jepang, Korea Selatan dan Singapore juga dapat membentuk koridor, kata Guevara Manzo. Negara –negara di Eropa bersemangat membuka perjalanan ke Yunani, yang memiliki resiko infeksi yang rendah. Eropa Timur yang dulu dipandang sebagai sumber tenaga migran yang murah di Eropa Barat, sekarang menarik turis dikarenakan infeksi mereka yang rendah. Estonia, Lithuania dan Latvia bergabung pada gelembung perjalanan Baltik.

“Kami melihat gelembung ini meningkat,” kata Guevara Manzo.

Membuka kembali tidak selalu berlangsung lancar. Pengumuman pertama Inggris yang mewajibkan karantina selama 14 hari bagi pelancong membuat bingung mengenai siapa yang dikecualikan dan kenapa. Pada pertengahan Mei, Spanyol mengatakan bahwa pelancong asal Perancis harus dikarantina dan Perancis mengatakan akan melakukan tindakan yang sama sebagai bentuk pembalasan. Akhir Mei, Spanyol mengatakan akan menghentikan kewajiban karantina bagi pelancong di musim panas ini. Swiss, yang memiliki angka kematian yang tinggi, telah menunjukan ketidaksukaan bahwa negara Nordik tetangga Denmark dan Norway membuat gelembung perjalanan tanpa Swiss.

Uni Eropa, berdasarkan memo yang bocor yang dilihat oleh the Guardian, dilaporkan berencana untuk menawarkan pembukaan kembali perbatasan EU yang terkoordinir dengan fase pertama di mana negara UE dengan “profil resiko coronavirus yang mirip”  memungkinkan turis untuk melakukan perjalanan di dalam gelembung itu.

Ini adalah pergeseran yang penting dari impian paspor tunggal Eropa, meskipun berdasarkan medis.

Guevara Manzo mengatakan dia mengharapkan beberapa subregional untuk membuat koridor dengan negara-negara lain, tantangan lain terhadap kerangka perjalanan internasional yang khas. Negara-negara mungkin berupaya meningkatkan kemudahan e-visa atau visa pada saat kedatangan untuk menarik para pelancong dari tempat-tempat yang bebas dari virus corona.

“Kita pergi ke wilayah yang tidak diketahui,” kata Guevara Manzo, “dan semua orang berusaha menghindari gelombang kedua.”

Sumber: Washington Post
Penerjemah: Arum Apriliyana

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*